POJOKSATU.id — Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memastikan seluruh awak media atau wartawan kini bisa mendapatkan pengobatan gratis di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta Selatan.
“Semua awak media berobat ke sini gratis,” kata Sjafrie saat menggelar jumpa pers di RSPPN, Selasa (7/10/2025).
Sjafrie menjelaskan bahwa kebijakan pengobatan gratis ini berlaku bagi seluruh jurnalis, baik yang memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun tidak.
Ia menegaskan, layanan kesehatan di bawah Kementerian Pertahanan tersebut diberikan secara cuma-cuma di luar fasilitas BPJS.
Baca Juga: Proyek Trotoar Ciater Rp 7,1 Miliar, Wali Kota Tangsel Didesak Perlu Awasi
“Tanpa BPJS juga gratis. Terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 TNI,” jelasnya di hadapan awak media.
Sebelumnya, tiga pejabat negara menggelar rapat tertutup di RSPPN untuk membahas kerja sama pengembangan obat antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Program pengobatan gratis bagi wartawan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses kesehatan, terutama bagi kelompok profesi yang berperan besar dalam penyebaran informasi publik.
RSPPN Panglima Besar Soedirman sendiri telah diresmikan pada 19 Februari 2024.
Rumah sakit ini dibangun atas inisiatif Kementerian Pertahanan ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, antara tahun 2021 hingga 2023.
Baca Juga: Cetak Talenta Digital Unggul, Jabar Istimewa Digital Academy Fase 3 Gelar Sertifikasi BNSP dan AWS
Kala itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto—yang kini menjabat sebagai Presiden RI—menginisiasi pembangunan rumah sakit modern untuk memenuhi kebutuhan medis anggota, prajurit TNI, keluarga mereka, serta masyarakat umum.
Dalam peresmian tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa RSPPN terdiri atas 28 lantai dengan tinggi bangunan 125 meter dan luas total 62 ribu meter persegi.
Rumah sakit ini berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektare di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Sebagai rumah sakit militer terbesar di Indonesia, RSPPN memiliki fasilitas lengkap.
Tersedia 1.000 tempat tidur untuk rawat inap, 11 ruang operasi, serta berbagai unit perawatan intensif seperti ICU, ICCU, RICU, PICU, dan NICU dengan total 90 tempat tidur.
Selain itu, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSPPN dilengkapi 55 tempat tidur dan didukung peralatan medis berteknologi tinggi.
“Diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sebagai rumah sakit rujukan bagi seluruh prajurit TNI dan keluarganya, serta bermanfaat untuk masyarakat luas,” ujar Prabowo saat peresmian, Februari 2024 lalu.
RSPPN juga memiliki layanan medis unggulan seperti perawatan seluruh organ tubuh, layanan terpadu bagi penyandang disabilitas, hemodialisa, terapi oksigen hiperbarik, serta pelayanan untuk operasi kanker dan kemoterapi.
Rumah sakit ini juga dilengkapi fasilitas radiologi canggih seperti MRI, DSA, CT Scan, Cath Lab, dan radiologi konvensional mutakhir.
Selain menjadi rumah sakit pelayanan, RSPPN Panglima Besar Soedirman juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan RI.
Rumah sakit ini akan bekerja sama dengan berbagai universitas dalam dan luar negeri untuk pengembangan ilmu kedokteran dan penelitian medis.
RSPPN merupakan salah satu dari total 25 rumah sakit militer yang dibangun oleh Kementerian Pertahanan. Pada Juni 2024, rumah sakit ini juga menjadi tempat Prabowo menjalani perawatan medis akibat cedera pada kaki kirinya.
Kehadiran RSPPN tidak hanya memperkuat sistem kesehatan pertahanan negara, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi masyarakat, termasuk wartawan, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan gratis. ***




