POJOKSATU.ID- Tim SAR gabungan di lokasi reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, kembali membuahkan hasil.

Hingga Minggu (5/10) malam, sebanyak 26 jenazah baru berhasil ditemukan, menambah daftar korban meninggal dunia menjadi 52 orang.

Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer mengatakan, proses pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi reruntuhan yang kompleks dan penuh risiko.

Baca Juga: Gugur Saat Aksi Terjun Payung HUT ke-80 TNI, Praka Mar Zaenal Mutaqim Dikenang sebagai Prajurit Terbaik Marinir

“Kami harus bekerja ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun material berat di bawah reruntuhan bangunan. Setiap puing kami angkat satu per satu, memotong rangka baja dengan hati-hati sebelum bisa mengevakuasi korban,” ujar Emi di lokasi kejadian, Minggu (5/10) malam.

Menurut Emi, penggunaan alat berat sempat beberapa kali dihentikan demi keselamatan petugas di lapangan. Tim memilih bekerja manual ketika risiko terlalu tinggi akibat posisi puing yang tidak stabil.

“Keselamatan tim tetap jadi prioritas. Karena itu, saat kondisi terlalu berisiko, alat berat kami hentikan sementara dan lanjutkan secara manual,” tambahnya.

Rangkaian evakuasi yang berlangsung sejak tengah malam dilakukan hampir tanpa jeda. Berdasarkan data yang dihimpun, korban pertama berhasil dievakuasi pada pukul 00.13, dan korban terakhir pada 21.01.

Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.

Baca Juga: Sekolah Garuda Hadir di 16 Lokasi, Target 80 Sekolah di Tahun 2029, Ini Bedanya dengan Sekolah Lain

Selain 52 korban meninggal, tercatat 104 orang selamat, serta lima korban ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part).


Operasi besar ini melibatkan puluhan unsur SAR dari berbagai daerah. Emi menegaskan bahwa fokus utama tim adalah memastikan tidak ada satu pun korban yang tertinggal di bawah puing bangunan.

“Semua potensi SAR kami kerahkan penuh. Prioritas kami adalah memastikan seluruh korban berhasil dievakuasi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR kini memusatkan perhatian pada sektor utara bangunan, area yang dinilai belum terintegrasi dengan struktur utama dan masih berpotensi menyimpan korban.***