POJOKSATU.id, JAKARTA—Sosok hacker Bjorka yang fenomenal melakukan peretasan data pejabat mulai Presiden ketujuh Jokowi hingga mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, ditangkap.

Sosok hacker yang mengguncang Indonesia sejak 2022 lalu ini ternyata tak lulus SMK alias pengangguran. Usianya masih muda, tempat tinggalnya di kampung, jauh dari Jakarta.

Pelaku WFT ditangkap pada Selasa (23/9/2025) di Desa Totolan, Kec Kakas Barat, Kab Minahasa, Sulawesi Utara.

Baca Juga: Sosok Hacker Bjorka yang Fenomenal Ternyata Tak Lulus SMK, Usia 22 Tahun, Mungkinkah

Padahal deretan kontroversi atau hasil kerja fenomenal hacker ini telah membuat cemas pejabat dan publik di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Berikut deretan kontroversi hacker Bjorka di Indonesia.


1.Data NPWP Jokowi dan Keluarga

Kebocoran 6 juta data NPWP di DJP melibatkan data pribadi sejumlah pejabat tinggi, termasuk Jokowi dan keluarga dan beberapa menteri saat itu.

Data yang dibobol oleh Bjorka mencakup informasi dari Menkeu Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan Menkominfo Budi Arie Setiadi.

Baca Juga: Mengagetkan, Orang Terdekat Retas Identitas Jungkook saat Member BTS Itu Wajib Militer, Pelaku Mentransfer Uang dan Alihkan Saham HYBE secara Ilegal

Informasi mengenai kebocoran tersebut pertama kali disampaikan oleh pengamat keamanan siber Teguh Aprianto melalui akun X @secgron pada Rabu (18/9/2024).

"Bjorka memang cukup pintar mengeksploitasi data yang bocor dan membocorkan data pejabat publik penting seperti presiden, menteri, dan anggota dewan," kata pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya, Kamis (19/9/2024).


2.Data 34 Juta Paspor Diretas

Peristiwa kebocoran 34 juta data paspor warga Indonesia yang diduga diretas oleh peretas Bjorka dinilai bisa membuat pemerintah dianggap tidak becus dalam mengelola dan mengamankan data publik.

"Kebocoran data yang terjadi juga dapat merugikan pemerintah, karena sumber kebocoran di klaim berasal dari Ditjen Imigrasi yang merupakan salah satu lembaga pemerintahan, sehingga pihak lain akan menyimpulkan bahwa faktor keamanan siber sektor pemerintahan adalah cukup rendah," kata pakar keamanan siber, Pratama Dahlian Persadha, Jumat (7/7/2023).

Baca Juga: Penjelasan BKN soal Data ASN se-Indonesia Diretas Hacker, Keluarkan Instruksi yang harus Dilakukan ASN Secepatnya


3.Bocorkan 3,2 Miliar PeduliLindungi

Bjorka mengklaim membocorkan 3,2 miliar data pengguna aplikasi PeduliLindungi. Hal itu diketahui dari unggahannya dalam situs breached.to, Selasa (15/11/2022).

Di antara data PeduliLindungi yang dibocorkan Bjorka dalam situs BreachForums terdapat milik Menkominfo Johnny G Plate, Menteri Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, serta YouTuber Deddy Corbuzier.

Menurut Bjorka, data PeduliLindungi yang dibocorkan itu berjumlah 3.250.144.777, mencakup 48 Gigabyte data terkompresi dan 157 Gigabyte data tak terkompresi.


4.Surat Jokowi dan BIN

Ruang digital kembali digemparkan oleh kehadiran hacker Bjorka pada September tahun 2022.

Hacker tersebut mengunggah data transaksi surat berlabel rahasia, tahun 2019-2021, dari Badan Intelijen Negara (BIN) (@binofficial_ri) kepada Presiden @jokowi.

"Berisi transaksi surat tahun 2019 - 2021 serta diokumen yang dikirimkan kepada Presiden termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," demikian yang tertulis di dalam situs Breached.to.

Antara lain, "Permohonan Dukungan Sarana dan Prasarana", "Surat Rahasia kepada Presiden dalam amplop tertutup" dan "Gladi Bersih dan Pelaksanaan Upacara Bendera pada Peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2019".

Hacker ini juga menjelaskan bahwa telah mengunggah total 679.180 dokumen berukuran 40 Mega Byte (MB) dalam bentuk data terkompres.


5.Data Pribadi Menteri

Sepekan kemudian usai meretas surat Jokowi dan BIN, Bjorka mengumbar data pribadi sejumlah pejabat yakni Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, serta Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan Siber Vaksincom mengatakan, data yang bocor adalah log data surat menyurat kepresidenan, yang kemungkinan berasal dari Kementerian Sekretariat Negara RI.

Namun, tidak dapat dipastikan log itu merupakan informasi rahasia atau tidak.

Menanggapi isu ini, Kepala Sekretariat Presiden (@sekretariat.kabinet) Heru Budi Hartono, membantah adanya kebocoran data pemerintah RI di internet.

6.Data SIM Card

Sebelumnya, hacker Bjorka juga sempat menjadi dalang dugaan kebocoran 1,3 miliar data SIM card, hingga data pelanggan PLN.***

///////////////////////////////////////