POJOKSATU.ID – Beredar di media sosial yang memperlihatkan sejumlah orang tua siswa SDN Sanenrejo 02, Tempurejo, Jember, Jawa Timur.

Yang mana, dalam unggahan tersebut tampak histeris tangisan orang tua siswa imbas anaknya jadi korban penganiayaan.

Seperti diketahui, tindak kekerasan itu dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Sanenrejo 02 sendiri, yakni Muhammad Khobir (55).

Baca Juga: Sosok Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang Aniaya Tiga Siswa Hingga Babak Belur Ternyata Punya Skandal Memalukan

Berdasarkan informasi dihimpun, AD, MN, dan FU selaku siswa yang dianiaya pelaku mengalami trauma lantaran mendapatkan luka di sekujur tubuh.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Agus Saputra pada Minggu (28/9/2025).

Dalam unggahannya, tampak sejumlah orang tua siswa yang anaknya jadi korban kekerasan menangis histeris di depan guru SDN Sanenrejo 02.

Baca Juga: Bapak Ibu Guru, Begini Cara Membuat Modul Ajar dengan Gemini AI

“Gara2 murid rame di sekolah guru/ kepsek menendang muridnya di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kab Jember,” jelasnya.

“Saya up di sini biar ada efek jera kepada pelaku atau pihak2 yg berwajib menangani,” lanjut di-caption.

Perlu diketahui, kasus ini berawal dari para murid yang hendak melangsungkan ujian pada Jumat (26/9/2025).

Baca Juga: Kepsek SDN Sanenrejo 02 di Jember Dimutasi Buntut Aniaya Tiga Murid, Orang Tua Siswa Ingin Sanksi Lebih

Yang mana, pengawas pelaksanaan ujian saat itu diketahui merupakan seorang guru agama perempuan.

Namun, saat ujian hendak dilangsungkan, para murid justru sulit diatur hingga menyebabkan suasana kelas kurang kondusif.

Menyikapi hal tersebut, guru agama yang seharusnya menjalankan prosedur sebagai tenaga pendidik sontak keluar dari ruangan kelas.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Berikan Penghargaan Kepada Ahli Waris Pencipta Lagu Kota Cirebon

Sebab, berdasarkan informasi beredar, dirinya terlalu letih untuk mengamankan situasi dan kondisi murid saat itu.

Tidak lama setelah keluar dari ruangan, para murid perempuan langsung membujuk gurunya untuk kembali ke kelas.

Namun, sang guru justru tidak mau dan meminta para murid laki-laki yang menyebabkan keributan terlebih dahulu untuk minta maaf kepada dirinya.

Baca Juga: Bulan Depan, Oppo Pad 5 Siap Menggebrak Pasar Tablet dengan Performa dan Fitur Terkini, Pilihan Warna Elegan dan Moderen

Menyikapi hal tersebut, para murid yang diminta untuk menyampaikan permohonan maaf sontak menolak permintaan gurunya.

Hingga akhirnya, kabar tersebut terdengar di telinga Kepsek SDN Sanenrejo 02 yang langsung mengambil langkah tegas.

Tanpa berpikir panjang, Khobir bergegas ke ruang kelas dan langsung melakukan penganiayaan terhadap tiga murid laki-laki.

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov

Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran

Demikianlah kasus penganiayaan Kepsek SDN Sanenrejo 02 di Jember yang tega aniaya tiga siswa hingga babak belur. ***