POJOKSATU.id — Banyak orang masih bingung, mana yang sebaiknya diprioritaskan lebih dulu.

Menyiapkan dana darurat atau memiliki asuransi?

Keduanya sama-sama penting, tetapi urutan prioritasnya bisa berbeda tergantung kondisi keuangan dan kebutuhan hidup seseorang.

Secara umum, dana darurat sering dianggap sebagai tameng pertama ketika menghadapi pengeluaran tak terduga.

Misalnya, saat motor rusak, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya.

Baca Juga: Ide Seru Strategi Pembelajaran Bikin Kelas Lebih Hidup, Guru Jadi Fasilitator, Murid Jadi Aktor Utama, Referensi DOWNLOAD di SIni

Dengan memiliki dana darurat, seseorang tidak perlu bergantung pada utang atau kartu kredit dengan bunga tinggi.

Jumlah ideal dana darurat biasanya berkisar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan yang disimpan di tempat mudah dicairkan.

Namun, asuransi juga tak kalah penting, terutama asuransi kesehatan.

Sebab, biaya rumah sakit bisa dengan cepat menghabiskan tabungan.

Asuransi membantu mencegah dana darurat jebol karena pengeluaran medis yang besar.

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Kemasan Ramah Lingkungan, Cuan Sekaligus Selamatkan Bumi

Selain itu, asuransi jiwa penting dimiliki bagi mereka yang memiliki tanggungan, seperti anak atau orang tua.

Bagi yang berpenghasilan terbatas, strategi seimbang bisa dilakukan.

Misalnya, mulai dari asuransi kesehatan dasar seperti BPJS, sambil perlahan membangun dana darurat minimal setara 1–2 bulan pengeluaran.

Setelah itu, barulah menambah proteksi sesuai kebutuhan dan melengkapi dana darurat hingga jumlah ideal.

Singkatnya, asuransi dasar dan dana darurat sama-sama perlu.

Urutannya bisa dilakukan dengan memastikan proteksi kesehatan terlebih dahulu.

Lalu, mengisi dana darurat secara bertahap sehingga keduanya saling melengkapi untuk keamanan finansial jangka panjang.***