POJOKSATU.id, JAKARTA-- Istri Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid dan Komaruddin Hidayat serta tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) lainnya siap menjamin penagguhan penahanan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen dkk di Polda Metro Jaya.

Sinta Wahid menyatakan keprihatinan atas penahanan sejumlah aktivis ini. Ia memastikan bahwa mereka merupakan anak bangsa yang peduli terhadap nasib rakyat.

"Mereka adalah anak-anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini. Mereka ingin mewujudkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang berdaulat, bebas bersuara, bebas berpendapat," kata Sinta Nuriyah di Jakarta pada Selasa, 23 September 2025.

Baca Juga: Penculik Kacab BRI Cempaka Putih Incar Uang Rp 60 Miliar di Belasan Rekening Dormant, Punya Siapa

Sinta bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam GNB, yakni Lukman Hakim Saifuddin, Karlina R Supelli, Erry Riyana Hardjapamekas, Inaya Wahid, Gomar Gultom, Komaruddin Hidayat, dan Beka Ulung Hapsara membesuk Delpedro dan sejumlah aktivis lain yang ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Komaruddin Hidayat adalah mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, sementara Lukman Hakim Saifudin adalah mantan Menteri Agama.

"Kami sudah bersepakat dari Gerakan Nurani Bangsa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penangguhan itu. Jadi poinnya kami bersedia untuk menjadi penjamin," kata tokoh GNB Lukman Hakim kepada wartawan.

Kendati mengajukan diri menjadi penjamin, mantan Menteri Agama ini pun menegaskan bahwa GNB tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga: Kronologi dan Fakta Lapangan Keracunan MBG di Bandung Barat, Masih Lanjutkah Program Ini?

Terlebih, para aktivis yang sudah ditetapkan jadi tersangka dugaan penghasutan aksi berakhir ricuh di Jakarta pada Agustus 2025 lalu.

"Kami ingin berpesan, tadi kami sudah sampaikan ke bapak kapolda dan bapak wakapolda bahwa hak-hak asasi manusia (para aktivis) harus tetap bisa dipenuhi, harus bisa dilindungi," jelasnya.

Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Mereka adalah Delpedro Marhaen selaku admin akun Instagram @lokataru_foundation, lalu Muzaffar Salim staf Lokataru dan admin akun Instagram @blokpolitikpelajar, Syahdan Husein admin akun Instagram @gejayanmemanggil, Khariq Anhar admin akun instagram @AliansiMahasiswaPenggugat, RAP admin akun Instagram @RAP berperan membuat tutorial pembuatan bom molotov serta sebagai koordinator kurir di lapangan, serta Figha Lesmana admin akun TikTok @fighaaaaa.