POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Muhammad Jeksen, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Seperti diketahui, nama Muhammad Jeksen belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di berbagai platform.

Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi lantaran mahasiswa UNG tersebut baru saja dikabarkan telah meninggal dunia.

Baca Juga: Wanita asal Karawang Kaget Rumahnya Digadaikan Mantan Suami ke Bank di Bandung, Ada Mafia Tanah Bermain?

Yang mana, Muhammad Jeksen berakhir tewas usai diduga dianiaya senior saat ikut Pendidikan Dasar (Diksar) organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Wuna Info pada Selasa (23/9/2025).

Dalam unggahannya, insiden ini bermula ketika korban mengikuti kegiatan Diksar Mapala pada 18-21 September 2025.

Baca Juga: Bupati Aep Borong Produk UMKM Warga Karawang Timur

Namun, tidak lama setelah mengikuti kegiatan, Jeksen dikabarkan mengalami kondisi medis yang cukup darurat.

Kendati demikian, panita penyelenggara acara justru tidak mengedepankan kondisi kesehatan korban.

Alhasil, Jeksen yang memiliki riwayat penyakit hemofilia itu terpaksa menahan sakit hingga acara selesai.

Baca Juga: Cara Menghitung Pesangon Sesuai Aturan Terbaru, Pekerja Wajib Tahu!

Setelah acara tersebut usai, korban langsung menelpon kerabatnya untuk meminta bantuan membawanya ke rumah sakit.

Namun, tidak lama setelah dijemput dan dibawa ke rumah sakit, mahasiswa UNG tersebut dikabarkan telah meninggal dunia pada Senin (22/9/2025).

Lebih lanjut, kasus kematian tragis ini turut ditanggapi langsung oleh kakak kandung korban, Hikayat.

Baca Juga: Diduga Dianiaya Senior, Mahasiswa UNG asal Muna Tewas Mengenaskan Usai Ikut Diksar Mapala

Yang mana, Hikayat menyampaikan bahwa adiknya berakhir tewas diduga akibat adanya tindak pidana berupa penganiayaan.

Sebab, dirinya melihat langsung kondisi korban saat sedang dirawat dipenuhi dengan sekujur luka fisik.

“Indikasinya dia dipukul. Karena kalau kena benturan, pasti langsung bengkak,” jelasnya dalam unggahan.

Baca Juga: Pemkot Bandung Luncurkan PADI, Pendidikan Antikorupsi dari PAUD hingga ASN

“Dari foto yang saya lihat, sejak penerimaan itu wajahnya sudah mulai bengkak,” lanjut kakak korban.

Hikayat juga mengonfirmasi bahwa pihak panitia tidak peduli dengan kondisi kesehatan korban yang memprihatinkan.

Sebab, saat adiknya minta tolong untuk dibawa ke rumah sakit, panita penyelenggara enggan mengindahkan permintaan tersebut.

Baca Juga: IJTI Cirebon Raya Hadirkan IJTI Farm, Wujud Kepedulian Jurnalis terhadap Ketahanan Pangan

“Dia sudah telepon minta dijemput karena kesakitan, tapi panitia tidak izinkan. Akhirnya adik-adik dari paguyuban Muna yang antar ke rumah sakit,” terangnya. 

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov

Silahkan baca artikel dengan nuansa serupa dari penulis: Muhammad Zafran

Demikianlah kronologi kasus mahasiswa UNG, Muhammad Jeksen yang berakhir meninggal dunia usai ikut Diksar Mapala.