POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus penganiayaan di SMAN 1 Sinjai, Sulawesi Selatan.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi usai salah seorang siswa berinisial MF (18) diketahui telah bertindak amoral terhadap gurunya sendiri.

Yang mana, siswa tersebut disinyalir telah aniaya guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Sinjai, Mauluddin.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Prabowo: Harapan Baru di Tengah Ketimpangan Pendidikan

Berdasarkan informasi dihimpun, tindak kekerasan MF itu terjadi lantaran dirinya tidak terima dilaporkan sering bolos dari kelas.

Oleh karena itu, karena sikapnya yang dinilai acuh tidak acuh menempuh pendidikan berakhir diserahkan ke Bimbingan Konseling (BK).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram @makassar_iinfo pada Kamis (18/9/2025).

Baca Juga: 5 Cara Jitu Monetisasi di TikTok, Dari Behind The Scene, Kolaborasi Hingga Kelola Calon Pelanggan

Dalam unggahannya, aksi kekerasan MF itu terjadi saat dirinya diserahkan oleh Wakasek SMAN 1 Sinjai ke ruang BK.

Dengan maksud, pihak orang tua dari murid tersebut dapat dihadirkan untuk menjalani pembinaan.

Namun, saat orang tua pelaku tiba di ruang BK, dirinya meminta agar Mauluddin juga dihadirkan dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Skena, Subkultur, dan Dunia Underground: Jejak Identitas Anak Muda yang Tak Hilang Waktu

Mengetahui hal itu, guru sekaligus Wakasek SMAN 1 Sinjai sontak mendatangi keberadaan pelaku dan ayahnya di ruang tersebut.

Alih-alih demikian, Mauluddin yang baru tiba di ruang BK justru langsung jadi sasaran kekerasan muridnya.

Yang mana, dirinya diketahui dianiaya dari arah belakang dan disaksikan langsung oleh orang tua murid tersebut.

Baca Juga: Home Spa Alami Budget Murah, Kulit Glowing Pikiran Rileks, Ini Dia Tutorial Lengkap Relaksasi dan Perawatan Kulit di Rumah

Bukannya meleraikan, orang tua MF yang disinyalir berprofesi sebagai aparat kepolisian justru membiarkan putranya menganiaya Mauluddin.

Sebagaimana yang dikonfirmasi langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sinjai Muh Suardi.

“Pada saat duduk di ruang BK, ini orang tua siswa meminta dipanggilkan Wakasek Kesiswaan yang namanya Pak Maul itu. Pak Mauluddin," jelasnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Prabowo: Janji Pendidikan Berkeadilan untuk Anak Miskin

"Ketika Pak Mauluddin masuk di ruangan BK, langsung ini anak melompati dari belakang dan dia pukul dari belakang,” lanjut Suardi.

Tidak heran, dalam sekejap insiden tersebut sontak mendapat beragam tanggapan dari kalangan publik.

Beberapa di antaranya tampak menyerukan agar siswa dan ayahnya yang seorang polisi segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Rambut Rontok? Tenang, Bun! Ada Cara Ampuh Biar Tetap Kuat dan Indah

“Memang wajib klau mau daftar polisi harus tes psikolog, hukum dan ekonomi biar klau jadi org tua bisa didik anak jadi lebih baik,” cuit @mzul$#!.

“Kenapa reformasi polri penting, karna kaya gini kualitas polisi kita,” lanjut tanggap akun @fend$#!.

“Mungkin bs diberi pembinaan tegas kepada oknum bersangkutan jika memang terbukti mengabaikan kode etik sebagai anggota polisi,” cuitan @rya$!. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov