POJOKSATU.id, JAKARTA—Kacab BRI Cempaka Putih Jakarta Timur, Mohamad Ilham Pradipta (37) diduga dibuang masih dalam kondisi hidup di Cikarang Bekasi saat kejadian pembunuhan.
Namun saat dibuang, kondisi korban sudah agak lemas dan keadaan kondisi kaki dan tangan masih terikat serta mulut dilakban.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim mengatakan, Selasa (16/9) mengatakan, tersangka N, JP, dan U kemudian membawa korban menggunakan mobil Fortuner hitam ke daerah persawahan di Bekasi usai menerima korban dari tim penculik.
Korban yang telah diikat dan dilakban diduga dianiaya di dalam mobil.
"Setelah melakukan penculikan dibawa pergi untuk diserahkan kepada tim lain yaitu pelaku JP, N, U, dan D. Dalam serah terima tersebut, korban yang tadinya di Avanza warna putih digeser ke mobil Fortuner warna hitam, tepatkya di Kemayoran Jakarta Pusat sekitar pukul 21.00 WIB," ucap Wira.
Selanjutnya, korban sudah agak lemas dan akhirnya dibuang di daerah Cikarang dalam keadaan kondisi kaki dan tangan masih terikat serta mulut dalam kondisi dilakban.
Selanjutnya pada 21 Agustus 2025 pukul 05.30 WIB, Polsek Cikarang mendapatkan laporan tentang penemuan mayat dari warga.
"Kenapa tidak jadi datang tim penjemput? Sebenarnya tim penjemput itu tidak ada. Yang ada itu adalah tim IT yang disiapkan oleh Ken alias Candy. Justru tim penjemput ini adalah N dan JP. Yang mana seharusnya N dan JP bawa korban ke posko. Setelah di posko, korban dipaksa," kata dia.
Baca Juga: Dua Anggota Kopassus Satuan Elit TNI AD Terlibat Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Ini Namanya
"Seandainya korban mau, baru nanti tim IT yang disiapkan oleh K alias C akan datang sama-sama membawa korban ke bank. Nanti akan dieksekusi rekening dormant tersebut di bank kantornya si korban bekerja," katanya lagi.
Serka N Sempat Janjikan Safe House
Kasubdit Jatanras AKBP Abdul Rahim juga mengatakan bahwa 'safe house' sempat dijanjikan oleh prajurit Kopassus berinisial Serka N.
Rencana membawa korban ke safe house gagal karena tempatnya sedang digunakan orang lain.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Ternyata Modus Pembobolan Uang dari Rekening Dormant
"Pada saat perencanaan, N menyanggupi untuk menyiapkan posko. Namun, pada pelaksanaannya N menyampaikan bahwa posko yang disiapkan sedang disewa oleh orang lain. Sehingga tidak dibawa ke posko, sehingga dipaksa dalam mobil Fortuner," ujarnya.
Hasil Visum Sementara
Hasil visum sementara terkait penyebab kematian Ilham Pradipta juga dibeberkan, dimana korban meninggal karena kekerasan benda tumpul pada leher.
“Kemudian, setelah dilakukan visum, kami sudah mendapatkan hasil sementara daripada visum et repertum, di mana korban meninggal diakibatkan karena kekerasan benda tumpul pada leher yang menekan jalannya napas dan pembuluh nadi besar. Sehingga menyebabkan mati lemas,” kata Kombes Wira Satya Triputra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Namun Wira memastikan hasil visum itu masih bersifat sementara. Polisi, kata dia, masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi atau tes untuk mendeteksi obat-obatan atau bahan kimia lainnya di dalam tubuh.
“Namun hasil tersebut belum final karena kami masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi,” jelasnya.***




