POJOKSATU.ID – Kasus pelecehan yang terjadi di ruang lingkup SMPN 1 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum lama ini kian ramai disorot publik.
Tidak lain, hal ini terjadi lantaran seorang oknum guru pria diduga kuat lecehkan sejumlah murid sesama jenis.
Namun, siswa SMPN 1 Pinrang yang jadi korban dari tindakan bejat tersebut mengaku tidak dapat pertolongan langsung dari pihak sekolah.
Baca Juga: Komjen Suyudi Ario Seto Layak Jadi Kapolri, Relawan Gerakan Cinta Prabowo Beri Dukungan Penuh
Usut punya usut, tidak lama setelah kasus tersebut viral, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Pinrang, Nurliah menyampaikan permohonan maaf.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Piranginfo pada Selasa (16/9/2025).
Dalam unggahannya, Nurliah tampak minta maaf atas kasus yang telah berseliweran di media sosial.
Diketahui, pernyataan itu disampaikan Kepsek SMPN 1 Pinrang tersebut dihadapan para orang tua murid di sekolah.
Sebab, sejumlah wali murid terlebih orang tua korban mengaku sudah sangat resah terkait keberadaan pelaku pelecehan tersebut.
“Tadi kami sudah lakukan pertemuan. Kami mohon maaf kepada orang tua murid karena adanya isu seperti ini. Kami tidak sangka ada seperti ini,” terangnya.
Baca Juga: Awas Ketipu! Segitiga Penipuan Mobil Bekas yang Bikin Dompet Jebol
Nurliah juga memberikan klarifikasi terhadap laporan para korban yang dituding tidak ditindaklanjuti.
Dalam pengakuannya, dirinya menjelaskan bahwa pihak sekolah bukan tidak menindaklanjuti laporan dari korban.
Melainkan, laporan yang diterima Kepsek SMPN 1 Pinrang tersebut masih dilakukan pendalaman.
Baca Juga: Langkah Bijak Menggunakan Instagram Untuk Menghindari Hoaks dan Disinformasi di Era Digital
“Sebenarnya kami sudah tangani saat itu. Ada korban yang bilang dipegang-pegang tangannya. Sementara kami melakukan penelusuran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nurliah juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah tegas terhadap pelaku.
Berdasarkan pengakuannya, oknum guru pria tersebut diketahui sudah mendapat atensi khusus dan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai pengajar.
Baca Juga: Instagram Mendadak Hilang, Irjen Khrisna Murti Ternyata Telah Dimutasi dari Kadivhubinter Polri
“Kami tidak membiarkan. Kami mengambil tindakan dengan memindahkan ruangannya ke depan ruangan saya supaya bisa dipantau,” tutur Nurliah.
“Tapi ada lagi laporan, jadi ini tidak bisa ditolerir lagi. Siapa? Iya, guru itu sementara kami nonaktifkan dulu,” lanjut Kepsek SMPN 1 Pinrang. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



