POJOKSATU.id, Makassar – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, memberikan dukungan penuh terhadap transformasi pertanian yang sedang dijalankan pemerintah.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merupakan terobosan besar untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

“Yang dilakukan Pak Menteri Amran merupakan terobosan luar biasa dalam mentransformasi sektor pertanian Indonesia,” ujar Tamsil saat menghadiri Upacara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (14/9/2025).

Tamsil menilai kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Amran tidak hanya menjaga produksi pertanian, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saya rasa ini perlu ditiru oleh pemerintah daerah, bagaimana dengan anggaran yang ada bisa produktif dan memberikan hasil nyata,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya membangun pertanian yang sehat, berkeadilan, dan menyejahterakan petani.

Ia menyebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kesejahteraan petani terus meningkat.

“Tadi Wakil Ketua DPD, Pak Tamsil, menyampaikan bahwa dari hasil kunjungannya petani kini merasa bahagia. Ini bukti nyata perubahan yang kita lakukan,” kata Amran.

Amran juga memaparkan berbagai capaian strategis sektor pertanian.

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog kini mencapai 4,2 juta ton, rekor tertinggi sepanjang 57 tahun.

Nilai Tukar Petani (NTP) pun naik menjadi 123,57, mencerminkan perbaikan pendapatan petani.

Selain itu, kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) terus meningkat, berkat kolaborasi semua pihak mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, BUMN pangan, hingga dukungan TNI-Polri.

“Alhamdulillah, dengan doa seluruh rakyat dan petani Indonesia, kita sedang menuju capaian swasembada pangan. Insya Allah dalam tiga bulan ke depan, bila tidak ada aral melintang, kita bisa umumkan Indonesia sudah swasembada,” tegas Amran optimistis.

Kementan saat ini mengakselerasi berbagai program strategis: cetak sawah baru, optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan infrastruktur irigasi, serta pengembangan padi gogo.

Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai kebijakan pro-petani pun digulirkan.

Mulai dari penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah Rp6.500/kg yang menguntungkan petani, penambahan kuota pupuk bersubsidi, hingga kemudahan distribusi pupuk kepada petani.

“Mimpi besar kita adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Karena itu, kita perlu bangkit bersama, mendorong pertanian agar lebih produktif, bernilai tambah, dan menyejahterakan petani,” tutup Amran.