POJOKSATU.id, PROBOLINGGO—Sopir bus Ind's 88 nopol P 7221 UG yang mengalami kecelakaan di jalur Bromo belum ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya 8 penumpang bus.

Kecelakaan bus bermuatan pegawai RS Bina Sehat Jember ini terjadi di Jalan Raya Sukapura, Desa Botoh, Kec Lumbang, Kab Probolinggo, Minggu (14/9) sekitar pukul 12.15 WIB.

Menurut pengakuan sopir, Albahri (57), remnya blong sejak kawasan Jatian Desa Botoh. Dan bus baru berhenti setelah menghantam pembatas jalan dan menyeruduk sepeda motor ojol.

Baca Juga: Saling Rujak

Kecelakaan ini menyebabkan 8 orang tewas dan 44 orang lainnya mengalami luka-luka baik ringan, sedang maupun luka berat.

Sopir Bus IND'S 88 telah diamankan dan sedang diperiksa polisi terkait kecelakaan di jalur Bromo, Jawa Timur ini.

Sopir bus, Albahri, merupakan warga Desa Gladak Pakem, Kec Sumbersari, Probolinggo. Dia hanya mengalami luka-luka. Begitu juga dengan kernet bus, hanya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira mengungkapkan sopir bus dalam keadaan selamat dan tengah diperiksa di Kantor Satlantas Probolinggo.

“Sopir itu luka di tangan namun kondisi masih sehat, hanya luka di tangan, saat ini sedang kami amankan di kantor satlantas,” kata Safiq, Minggu (14/9).

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Bus Bina Sehat di Probolinggo Tewaskan 8 Orang, Sopir Sebut Alami Rem Blong

Selain itu, pihaknya juga telah memanggil pengelola untuk sekaligus dimintai keterangan terkait kondisi kelaikan jalan bus tersebut.

"Saat ini mulai dari pengelola busnya sudah kami panggil untuk datang kantor Satlantas namun masih perjalanan, nanti kami info,” katanya.

“Nanti pasti akan kami mintai keterangan juga terkait kelayakan jalan terkait bus ini,” katanya.

Pengakuan Sopir Bus

Albahri mengaku sudah tahu bus mengalami rem blong sejak dari kawasan Jatian Desa Botoh.

Dia mengaku sudah mencoba memperlambat laju bus yang berisi sekitar 55 penumpang ini dengan menepi ke pinggir jalan. Namun usaha ini tidak berhasil, bus masih terus melaju.

Dia pun berusaha membunyikan klakson memberitahukan ke pengendara di depan agar menghindar. Begitu juga mobil yang di belakang dia saat itu ikut membunyikan klakson dengan kuat.

“Sampai di Jatian itu rem sudah terasa tidak enak. Akhirnya saya ke pinggir pelan-pelan,” katanya.

“Malah sama pengendara di belakang saya itu sampai di klakson dan saya juga ikut klakson,” ujar Albahri.

Dia mengaku saat membawa bus ini pertama kali dari Probolinggo, tidak ada masalah sama sekali.

“Padahal kondisi bus saat berangkat dan bahkan saat pulang sebelum sampai di Jatian masih aman, tidak ada masalah apa-apa. Tiba-tiba ngeblong dan angin langsung habis,” jelasnya lagi.

Direktur RS Bina Sehat, Farida, membenarkan kecelakaan bus yang dialami pegawainya. Sebanyak delapan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember meninggal dunia.***