POJOKSATU.id, JAKARTA— Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kini ditunjuk jadi Menteri Keuangan (Menkeu) era Presiden Prabowo.
Purbaya blak-blakan pernah punya uang Rp 260 triliun sehingga menjadi orang paling kaya di Indonesia. Dia juga mengaku saat bekerja di LPS lah pekerjaan paling ringan.
Tapi jangan salah sangka dulu, ternyata uang Rp 260 triliun ini merupakan uang nasabah bank yang disimpan di LPS.
Blak-blakan Purbaya ini disampaikan di podcast bersama Putri Tanjung akhir Agustus 2025 lalu atau sekitar tiga minggu lalu sebelum Purbaya diangkat menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) RI.
Baca Juga: Sosok Mertua Komjen Suyudi Ario Seto Ternyata Orang Penting, Mantan Kepala BNN Tahun 2001
Dalam podcast di kanal CXO Media dengan judul “LPS Diserang 3M Hacker?Purbaya Yudhi Sadewa (Ketua Dewan Komisioner LPS)” Purbaya blak-blakan dengan gaya khasnya.
Sementara yang menjadi host atau pembawa acara di podcast CXO Media adalah Putri Tanjung.
“LPS hanya menjamin uang nasabah di bank. Kami tidak mengatur banknya. Gimana praktek bisnisnya apa. Beda dengan OJK,” kata Purbaya.
Dikatakan Purbaya, dalam keadaan normal, pekerjaan mereka sangat ringan. Mereka akan mulai pusing jika ada bank yang bangkrut.
“Saya punya uang banyak untuk mengganti uang nasabah. Saya orang kaya yang melindungi uang nasabah. Kira-kira begitu hahaha,” kata Purbaya berseloroh.
Baca Juga: Cekikan Ekonomi
“Kita punya sekarang 260 triliun rupiah. Banyak duitnya jadinya. Jadi saya termasuk orang kaya di Indonesia. Tapi bukan uang saya sih. LPS punya banyak uang. Nasabah gak usah khawatir,” jelasnya lagi bercanda.
Dia juga menyebut agar pemerintah jangan terlalu banyak mengatur masyarakat atau dunia usaha.
“Orang Indonesia gak ada yang ngalahin. Luar biasa. Pemerintah gak usah banyak ngatur. Kasih aja kebebasan buat mereka tumbuh,” ujarnya lagi di podcast itu.
Purbaya Nonton Drama China
Dalam podcast itu, Purbaya juga menjawab cepat pertanyaan ringan dari Putri Tanjung saat dia mengalami stres.
Baca Juga: Karier Moncer Komjen Suyudi Ario Seto, Anggap Pangkat Bukan untuk Dikejar Tapi Karunia Tuhan
"Pak kalau lagi stres healing-nya bapak biasanya ngapain? Atau bapak enggak pernah stres?" tanya Putri Tanjung.
Diakui Purbaya, dia suka menonton drama China pendek yang sering muncul di media sosial.
"Oh pernah. Kalau stres dugaan saya, saya itu nonton drama China yang pendek-pendek itu," jawab Purbaya.
"Oh iya, iya, itu menghibur sih pak," respon Putri Tanjung.
Baca Juga: Ida Yulidina Istri Menkeu Purbaya Ternyata Foto Model Era 90, Pemenang Wajah Femina 1989
"Menghibur. Kadang ceritanya mirip-mirip, orangnya juga. Tapi tonton aja," akui Purbaya.
Diungkap Putri, sang ayah, Chairul Tanjung, pengusaha besar Trans Corp, juga punya kebiasaan yang sama dengan Purbaya.
"Bapak tahu enggak, bapak saya kalau stres emang nonton sih. Tapi nontonnya Netflix, serius bapak. Oh jadi bapak juga nonton ya?" tanya Putri Tanjung.
"Yang pendek-pendek, kalau kepanjangan bosen," kata Purbaya sembari tersenyum.
Akibat hobinya ini, dia pernah dimarahi istrinya Ida Yulidina.
"Justru karena pendek jadi bapak enggak sadar, bapak nontonnya juga lama loh," ujar Putri.
"Ganti, ganti (drama China yang ditonton). Tahunya itu pelarian kita ketika istri bilang 'kamu nonton China terus'. Oh iya ya gue nonton," kata Purbaya tertawa.
Selain nonton drama China, Purbaya juga sering melakukan hobi lain saat sedang senggang.
Hobinya adalah membaca berita internasional dan juga buku.
"Kalau lagi di rumah, kegiatan santai favorit bapak apa selain nonton drama pendek tadi?" tanya Putri Tanjung.
"Baca kadang-kadang. Baca berita internasional, baca buku. Daripada saya dengar ekonom di sini yang kadang kusut, saya baca aja sumbernya di sana, biasanya lebih jernih," kata Purbaya Yudhi Sadewa.***




