POJOKSATU.id — Ribuan pekerja di Majalengka kini tengah dihantui bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Meski baru tumbuh sebagai kawasan industri baru di Jawa Barat, potensi kerentanan buruh mulai terlihat, terutama di sektor padat karya seperti garmen dan alas kaki.
Baca Juga: Download LKPD Siap Pakai, Referensi Ratusan File, Simak Unsur LKPD yang Efektif
Kondisi ini dipicu oleh perlambatan ekonomi global serta kebijakan efisiensi perusahaan yang menekan biaya produksi.
Ketua PC SPAI-FSPMI Kabupaten Majalengka, Ricky Sulaeman, menegaskan bahwa ancaman PHK tidak hanya terjadi di kawasan industri besar seperti Bekasi, Karawang, Tangerang, atau Jakarta, tetapi bisa merambah ke Majalengka.
Menurutnya, mayoritas industri padat karya di Majalengka menempatkan buruh dalam posisi sangat rawan, apalagi ketika kontrak kerja dibuat sangat singkat, yakni mulai dari seminggu hingga tiga bulan tanpa adanya kepastian masa depan.
Baca Juga: Kemendikdasmen Tuntaskan Pembangunan 11.179 Sekolah Rusak Bentuk Revitalisasi Sekolah
Ia juga menyoroti masih ada perusahaan yang membayar upah di bawah UMK dan belum sepenuhnya memenuhi kewajiban jaminan sosial pekerja.
Situasi ini dianggap sebagai tanda lemahnya perlindungan tenaga kerja yang berpotensi memicu ledakan pengangguran jika sewaktu-waktu perusahaan melakukan perampingan.
Meski begitu, DPRD Majalengka memastikan pemerintah daerah telah mengambil langkah pencegahan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Ledakan di Pamulang, Ternyata dari Regulator Tabung Gas 12 kg yang Rusak
Sejak April 2025, rekonsiliasi kepesertaan jaminan sosial sudah dilakukan dan 98 persen dari 94 perusahaan di Majalengka telah mendaftarkan pekerjanya.
DPRD juga berkomitmen memperketat pengawasan ketenagakerjaan serta mengutamakan masyarakat lokal dalam setiap rekrutmen.
Namun, realitasnya dunia industri menuntut tenaga kerja dengan skill sesuai kebutuhan pasar global.
Tanpa peningkatan kualitas SDM, pekerja lokal tetap berisiko tersisih.
Baca Juga: Selamat Ginting Analisa Kapolri Segera Diganti, Presiden Prabowo Setujui Tim Reformasi Kepolisian
Oleh karena itu, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dinilai menjadi benteng utama agar buruh Majalengka tidak hanya siap bersaing.
Akan tetapi, juga mampu bertahan menghadapi badai PHK massal yang mulai membayangi kawasan industri baru tersebut.***




