POJOKSATU.id, JAKARTA—Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak sudah dua kali menikah. Istri pertamanya Heni Novitasari dan keduanya bercerai tahun 2019 lalu.
Dari istri pertama ini, Dahnil Anzar punya anak empat orang. Lalu pada tahun 2023 lalu, Dahnil menikah lagi dengan wanita asal Medan, dokter Muna Soraya Putri.
Dari pernikahan dengan dokter Muna ini, Dahnil sudah punya anak satu orang yang masih balita. Pernikahan dengan Muna digelar di Teras Alam, Deli Serdang, Sumut, Jumat (27/1/2023).
Baca Juga: Tidak Saja Luhut, Dahnil Anzar Juga Double Job, Jubir Prabowo Sekaligus Wakil Kepala Badan Haji
Dahnil yang merupakan mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini sempat menduda selama tiga tahun.
Heni Novitasari yang telah cerai dengan Dahnil Anzar Simanjuntak pada tahun 2019 lalu, pernah membongkar aib suaminya dengan mempostingnya di Facebook.
Dahnil menikah dengan Heni tahun 2004 dan cerai tahun 2019 lalu. Biduk rumah tangga mereka sempat berjalan selama 15 tahun.
Aktivitas sehari-hari Dahnil bisa dilihat di akun Instagramnya @dahnil_anzar_simanjuntak. Begitu juga dengan istri barunya Muna Soraya Putri, memiliki akun Instagram bernama @dok.nay.
Dok Nay memiliki nama asli Muna Soraya Putri. Dalam profil Instagramnya ditulis Dr Muna S Putri M Biomed AAM.
Baca Juga: Dahnil Anzar Menangis Dilantik Jadi Wakil Kepala Badan Haji, Istrinya Sebut Doanya Diijabah Allah
Kehidupan bahagia pasangan ini terpancar dari postingan Dahnil dan juga Dokter Nay.
Profil Dahnil Anzar
Dahnil Anzar Simanjuntak lahir di desa Salahaji, Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Ia menghabiskan masa kecilnya di Kuala Simpang mulai dari TK Aisyiyah, SDN Sriwijaya Aceh Tamiang dan SMPN 1 Kuala Simpang Aceh Tamiang.
Ia dan keluarganya kemudian pindah ke Sibolga, Sumut , dan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sibolga. Setelah lulus SMP, ia dan keluarganya pindah ke Kota Tangerang Banten.
Dia melanjutkan pendidikan S1 Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta.
Di tahun 2005, ia melanjutkan ke Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Konsentrasi Desentralisasi Keuangan Pusat dan Daerah, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sambil menyelesaikan kuliah S2, dia bekerja sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) (STIE Muhammadiyah Tangerang).
Setelah selesai pendidikan S2, dia kemudian diterima sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Di tahun 2018, ia lalu melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Diponegoro, Semarang.
Pada tahun 2018, dia menjadi koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pemilihan Presiden 2019, dan memutuskan mundur sebagai dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.***




