POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Demo kelompok Cipayung Plus yang digelar di DPRD Mandailing Natal (Madina), Rabu (3/9) berujung makan siang bersama antara mahasiswa, Ketua DPRD dan Kapolres.

Usai melaksanakan orasi sekitar satu jam di halaman DPRD, mahasiswa dari GMNI, HMI MPO,HMI, IMM, KAMMI dan HIMMAH ini, makan siang bersama dengan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Kapolres AKBP Arie Sofandi Paloh.

Selama aksi berlangsung dari pukul 11.45 WIB hingga 12.00 WIB, orasi berjalan damai di gedung DPRD Madina, Sumut.

Baca Juga: Kronologi Kasus Zetro Leonardo Purba, Diplomat KBRI yang Tewas Ditembak di Peru

Ratusan mahasiswa ini diterima Ketua DPRD, Bupati Madina Saipullah Nasution, Wabup Atika Azmi Utammi, Kapolres dan juga semua anggota DPRD.

Perwakilan mahasiswa masing-masing menyampaikan orasi. Dalam orasinya, mereka menyampaikan enam tuntutan antara lain:

1. Meminta penghapusan fasilitas mewah DPR serta semua tunjangan mereka dan juga mengaudit anggota DPR.

2. Meminta keputusan nonaktif anggota DPR diubah menjadi pemecatan atau pemberhentian.


3. Mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset.

4. Mengecam keras tindakan refresif yang dilakukan aparat kepolisian.

5. Mendesak DPRD Madina membuat Perda terkait maraknya pelecehan seksual dan tindakan kekerasan.

6. Mosi tidak percaya kepada DPR.

Usai membacakan tuntutan, Ketua DPRD Madina Erwin Lubis lalu menjawab tuntutan ini. Sempat terjadi perdebatan sedikit terkait enam tuntutan mahasiswa ini.

Baca Juga: Kemendikdasmen Pastikan Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Tanpa Biaya Pungutan

“Saya selaku Ketua DPRD, dari enam tuntutan, ada yang bisa kami buat keputusan langsung, ada yang harus berdasarkan keputusan bersama dengan anggota DPRD yang lain,” kata Ketua.

Namun mahasiswa mendesak tidak perlu ada pembahasan lagi di DPRD terkait enam tuntutan mereka. Dan Ketua DPRD langsung tanda tangan saja. Dan pada akhirnya ketua DPRD menyepakati hal itu.

“Ada enam poin, sudah saya tanda tangani. Untuk kasus pelecehan seksual, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Usai demo, para mahasiswa ini lalu makan siang bersama di halaman DPRD. Tampak hadir Kapolres Madina, Ketua DPRD, sementara Bupati dan Wabup tidak terlihat.

“Terima kasih buat kawan-kawan mahasiswa. Aksi demo kali ini berjalan tertib dan lancar. Alhamdulillah kita juga bisa duduk bersama menikmati makan siang,” tutur Erwin.***