POJOKSATU.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat langkah pemulihan fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Instruksi ini datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pihaknya segera menurunkan tim tanggap darurat.

Baca Juga: Mitsubishi Siapkan Deretan Mobil Listrik, Dari Outlander PHEV Hingga Mi-Tech Buggy

"Arahan Presiden jelas, Kementerian PU diminta segera melakukan rehabilitasi fasilitas umum yang terdampak," ujar Dody dalam keterangan resmi, Selasa (2/9/2025).

Menurutnya, pendataan infrastruktur yang rusak kini dipercepat agar laporan dapat segera disampaikan kepada Presiden.

Pekerjaan fisik diproyeksikan dimulai akhir pekan ini atau paling lambat awal pekan depan.

Baca Juga: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Resmi Dibuka di Universitas Al-Azhar Kairo

"Saya sudah meminta Sekjen dan Dirjen Cipta Karya untuk memetakan infrastruktur publik yang prioritas direhabilitasi," jelas Dody.

Kementerian PU juga menekankan koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan aparat kepolisian, untuk memperlancar proses pemulihan.

Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, menyampaikan hasil pendataan sementara menunjukkan 42 bangunan gedung dan 32 pos polisi terdampak di 29 kota pada 12 provinsi.

Baca Juga: Lac Hong 900 LX, Limusin Listrik Keluaran VinFast Super Mewah dan Anti Peluru untuk Keamanan Kelas Dunia

"Jumlah ini masih bisa bertambah. Kerusakan yang ditemukan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat," kata Dewi.

Untuk mendukung pembiayaan, Kementerian PU telah menyiapkan mekanisme tanggap darurat sehingga perbaikan bisa segera dijalankan.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap aktivitas masyarakat tidak terganggu dan layanan publik dapat segera kembali normal. ***