POJOKSATU.id, JAKARTA—Diplomat Kemlu, Zetro Emanuel Purba, ditembak mati orang tak dikenal di Ibu Kota Lima, Peru, Senin malam (1/9/2025) waktu setempat.
Kejadian ini hanya berselang dua bulan dari kasus kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan yang ditemukan tewas di kamar kosnya, Selasa (8/7/2025) dua bulan lalu.
Zetro Purba merupakan Penata Kanseleria di KBRI Lima, Peru.
Dalam rekaman CCTV yang beredar di Instagram, Zetro Purba awalnya terlihat hanya beberapa meter dari apartemennya setelah pulang bersama istrinya menaiki sepeda.
Baca Juga: Misteri Kelam Indramayu: Satu Keluarga Ditemukan Terkubur di Halaman Rumah, Polisi Buru Pelaku
Tak jauh dari apartemen, seorang pria tampak berdiri menunggu, lalu melepaskan tembakan begitu korban mendekat. Terdengar beberapa kali tembakan.
Beberapa detik kemudian, seorang pria lain datang dengan sepeda motor. Mereka lalu melarikan diri setelah melakukan penyerangan.
Zetro sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado. Namun sayangnya, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, istrinya selamat tanpa luka dan kini berada di bawah perlindungan polisi Peru.
Kepolisian Nasional Peru menyatakan sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku penembakan Zetro Leonardo Purba.
Kepolisian Nasional Peru kini menganalisis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi identitas pelaku.
Menlu Minta Fokus Keselamatan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono turut berbelasungkawa atas meninggalnya Zetro dalam peristiwa penembakan ini.
"Kami mendapatkan berita duka dari Lima. Salah seorang pekerja Kementerian Luar Negeri, saudara Zetro Emanuel Purba, beberapa jam yang lalu, meninggal dunia di Lima, karena ditembak oleh orang yang tidak dikenal," ujar Menlu Sugiono di akun Instagram @Menluri, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga: Wantimpres Buka Lowongan PPNPN 2025 : Simak Formasi, Syarat, dan Jadwal Lengkap Pendaftaran
"Saya selaku pimpinan kementerian luar negeri merasakan duka yang mendalam. Kami sudah menyampaikan kepada pihak Kementerian Luar Negeri Peru dan kepolisian di sana untuk bisa menyelidiki kasus ini hingga tuntas," tambahnya.
Ia mengatakan Zetro meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Pemulangan akan dilakukan segera ke Indonesia.
"Ini adalah musibah yang kita alami bersama. Musibah yang tidak seorang pun menginginkannya," katanya.
"Kami telah meminta Dubes RI di Lima untuk terus mengikuti proses penyelidikan terhadap kasus ini," jelasnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, ia pun memberi pesan ke para diplomat agar tetap fokus pada faktor keselamatan, sebagai hal utama di dalam melaksanakan tugas.
"Saya harap yang terbaik bisa kita berikan dalam rangka mengusut kasus ini hingga tuntas," tegasnya menyebut pemerintah akan fokus pada pendidikan almarhum.***




