POJOKSATU.ID - Sejumlah fasilitas umum di Jakarta rusak karena peristiwa aksi unjuk rasa yang terjadi sejak Sabtu (30/8/2025). 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan jika terdapat 22 halte TransJakarta, baik BRT maupun non-BRT serta satu pintu tol yang terdampak. 

Pramono Anung menjabarkan kerugian sejumlah fasilitas umum di Jakarta karena perusakan, penjarahan, hingga pembakaran.

Baca Juga: Doa Bersama GRIB Jaya untuk Negeri dan Santunan 1000 Anak Yatim

Dari 22 halte, 6 di antaranya menurut Pramono, dibakar dan dijarah.

“MRT Jakarta kerusakan infrastruktur untuk MRT sebesar Rp3,3 miliar, TransJakarta kurang lebih Rp41,6 miliar,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (1/9/2025). 

Tak hanya halte dan MRT, Pramono juga menerima informasi kerusakan yang terjadi pada CCTV.

Baca Juga: Taburan Dolar Pecahan 1.000 dari Brankas Ahmad Sahroni Bernilai Miliaran, Sekali Tukar Bisa Beli Motor

“Kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya, Rp5,5 miliar,” imbuhnya.

“Sehingga total kerusakan ada Rp5,5 miliar,” tambah Pramono.

Dalam kesempatan itu juga disebutkan dana yang harus dikeluarkan untuk subsidi gratis MRT dan TransJakarta sampai tanggal 8 September 2025 adalah sebesar Rp18 Miliar.

Baca Juga: SNEYD MINING Sangat Menarik, Bergabunglah Sekarang dan Raih Keuntungan

Akses transportasi untuk rute 14 koridor sudah berjalan normal meski ada sedikit hambatan yang bisa teratasi.

Pramono juga menegaskan bahwa kebutuhan pangan di Jakarta tetap dalam kondisi stabil. 

Pernyataan itu untuk membantah kabar yang beredar jika Jakarta mengalami kesulitan pangan pasca aksi kemarin.

Baca Juga: Sekdaprov Sumut Ingatkan BPBD Waspada Bencana Sosial di Tengah Maraknya Aksi Unjuk Rasa

“Saya juga ingin menyampaikan, kemarin sempat beredar rumor bahwa pangan akan menjadi masalah. Di Jakarta, pangan cukup bahkan sampai dengan Oktober akhir, kalau tidak ada sesuatu akan sangat mencukupi,” tandasnya. ***