POJOKSATU.id, JAKARTA— Sosok tersangka Dwi Hartono (37) ternyata pernah masuk bursa calon Bupati Pemalang Jawa Tengah tahun 2024 lalu.

Dari hasil survei yang dilakukan Panel Survei Indonesia (PSI) tahun 2024 lalu, Dwi Hartanto menempati posisi 9 dari 12 nama yang disurvei PSI.

Kini Dwi Hartono alias DH menjadi sorotan publik karena terlibat sebagai otak pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Jakarta Timur Muhammad Ilham Pradipta.

Dia sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Publik Geger! Oknum Aparat Diduga Ikut Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Minta Transparansi Penyidikan

Dwi Hartono sempat mengambil formulir calon bupati Pemalang di Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pemalang, 8 Mei 2024.

Dia menjadi orang kelima yang mengambil formulir bakal calon bupati di PKB Pemalang.

Namun pada akhirnya dia gagal diusung PKB karena saat itu PKB mengusung artis Vicky Prasetyo sebagai calon bupati.

PKB memutuskan mengusung artis Vicky Prasetyo dan menduetkannya dengan Mochamad Suwendi sebagai calon wakil bupati.

Meski, akhirnya pasangan itu juga kalah dari Anom Widiyantoro dan Nurkholes yang memenangkan Pilkada Pemalang 2024 dengan raihan suara 44,51 persen.

Baca Juga: UPDATE Pembunuhan Kacab BRI, Introgasi Otak Pelaku Ken oleh Penyidik, Singgung Pertemuan 6 Orang

Direktur Eksekutif PSI Bagas Mahendra dalam keterangannya, Senin (15/7/2024) membeberkan hasil survei yang mereka lakukan.

Berikut hasil survei bursa calon Bupati Pemalang tahun 2024 lalu yang dilakukan PSI.

1. Mansyur Hidayat sebagai petahana dipilih sebanyak 32,6 persen.

2. Anom Widiyantoro mendapat 19,2 persen.

3. Agus Sukoco mendapat 11,7 persen.

4. Iskandar Ali Syahbana 5,6 persen.

5. Eka Prasetya Wardoyo 4,3 persen.

6. Nur Hidayat 2,1 persen.

7. Heri Setiawan 1,8 persen.

8. Istadi 1,6 persen.

9. Dwi Hartono 1,1 persen.

10. Nurkholis 1,1 persen.

11. Eka Widodo 0,9 persen.

12. Edi Susilo 0,6 persen.

Dan yang tidak memberikan jawaban sebanyak 17, 4 persen.

Saat itu, Dwi menyatakan keinginannya untuk berkontribusi membangun Pemalang, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Namun Dwi Hartono pada akhirnya tidak lolos dalam proses penjaringan internal partai.***