POJOKSATU.id, JAKARTA – Empat otak pelaku atau dalang penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih Jakarta Timur berhasil ditangkap polisi di Solo, Jateng.

Keempat dalang pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta ini merupakan laki-laki. Belum jelas hubungannya dengan korban apakah terkait nasabah BRI atau hal lainnya.

Keempat pelaku ditangkap Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Mereka saat ini masih diperiksa oleh penyidik untuk mengungkap lebih terang kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga: Beredar, Nama Instagram Wanita Diduga Otak Pelaku Penculikan Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

"Benar," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim saat ditanya soal penangkapan otak pelaku ini, Minggu (24/8).

Keempat aktor intelektual yang ditangkap itu berinisial C, DH, YJ, dan AA.

Penangkapan DH, YJ dan AA dilakukan di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu 23 Agustus malam. Sedangkan C ditangkap pada Minggu (24/8) sore ini di kawasan PIK, Jakarta Utara.

Sebelum penangkapan otak pelaku ini, polisi lebih dulu membekuk komplotan penculikan yang dipimpin oleh EW alias Eras. Empat orang yang dibekuk yaitu AT, EW, RS dan RAH.

Baca Juga: Kapten Penculik Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Ungkap Nama-nama Anggotanya yang Terlibat

Keempatnya ditangkap pada Kamis (21/8) lalu di NTT dan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Istri Pelaku Penculikan Terima Rp 8 Juta

Ketua RT 005/RW 09 Johar Baru, Sella mengungkapkan, istri pelaku AT yaitu wanita inisial M, menerima uang Rp 8 juta dari AT beberapa jam sebelum penangkapan.

"Iya, katanya debt collector. Terakhir saja dia dapat uang itu. Pagi-pagi pulang itu kejadian. Dapat uang Rp 8 juta, katanya gitu. Tapi disita sama polisi," ujar Sella kepada wartawan, Sabtu (23/8).

Ketua RW Kelurahan Johar Baru, Rizal menambahkan, istri pelaku AT ini tidak mengetahui asal-usul uang tersebut.

"Entah dapat dari penculikan atau bukan, masih simpang siur. Intinya istrinya enggak tahu sumber dana. Biar polisi yang mendalami," kata Rizal.

Seorang satpam BRI Cempaka Putih, Dedy, mengatakan korban sempat datang ke kantor pada Rabu pagi. Mobil Suzuki Ertiga milik korban sempat terparkir di depan kantor.

Siang harinya, korban berangkat ke Lotte Mart Pasar Rebo untuk melakukan rapat bersama kliennya.

"Saya dengar rapat karena Lotte payroll-nya pakai BRI," kata Dedy ditemui wartawan pada Sabtu 23 Agustus 2025.***