POJOKSATU.id, JAKARTA--Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tampak menghadiri Sidang Tahunan MPR RI tahun 2025. Keduanya duduk berdampingan.

Sidang Tahunan dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 dilaksanakan menjelang Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju".

Sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR/DPD RI tampak dihadiri SBY, Jokowi, Wapres ke-6 RI Try Sutrisno, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wapres ke-11 Boediono, dan Wapres ke-13 Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Arbi Terbang ke Moto3! Pebalap Muda Indonesia Siap Guncang Red Bull Ring

Selain itu, tampak hadir pula sejumlah Ketua Parlemen ASEAN, sejumlah duta besar negara sahabat, para pimpinan lembaga negara, serta para menteri Kabinet Merah Putih. (BPMI Setpres)

Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan perdananya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2025 di hadapan para peserta dan tamu undangan yang hadir

Posisi duduk Jokowi ini diapit oleh SBY dan Boediono. Terlihat juga Try Sutrisno duduk di samping SBY.

Sementara almarhum Abdurrachman Wahid diwakili oleh istrinya Ny Sinta Nuriyah. Begitu juga dengan almarhmum Hamzah Haz diwakili oleh istrinya Ny Soraya.

Baca Juga: Sempat Murka, Ayah Prada Lucky Kini Minta Maaf ke TNI: Saya Sudah Ikhlas

Dalam pidato perdananya di sidang tahunan MPR, Prabowo menyampaikan bahwa semua presiden memiliki jasa masing-masing bagi negara dan bangsa Indonesia.

Dia kemudian menyoroti peran mantan presiden Soekarno. Bung Karno mampu mempertahankan NKRI. Bung Karno mempertahankan keutuhan wilayah di tengah intervensi negara lain.

"Soekarno juga berhasil mengintegrasikan Irian barat ke NKRI," ujar dia.

Kepala Negara kemudian menyinggung peran mantan presiden Soeharto. Dia bilang Soeharto melakukan pembangunan ekonomi dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Pasca Kericuhan Demo, Kondisi Pendopo PATI Tampak Sepi, Belasan Brimob Menjaga Ketat

Soeharto berupaya mewujudkan swasembada pangan dan meletakan dasar industri ekonomi.

Sementara itu, mantan presiden BJ Habibie disebut menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi krisis 1998.

Lalu, mantan presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjaga stabilitas bangsa serta memperkuat kerukunan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan.

"Megawati juga menyelesaikan ribuan kasus perusahaan yang kolaps dan melaksanakan pemilihan umum serta memperkuat lembaga negara," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.

Prabowo juga menyinggung peran mantan Presiden SBY. SBY, kata dia, mengatasi kerawanan ekonomi akibat krisis keuangan dunia pada 2008. SBY juga menyelesaikan konflik Aceh dan meletakan pembangunan kuat.

Sementara Jokowi disebutnya berperan membangun berbagai infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas ekonomi.

Dia juga memimpin Indonesia untuk bertahan dalam pandemi Covid-19.

"Jokowi juga merintis Ibu Kota Nusantara dan meletakan dasar hilirisasi sumber daya alam Indonesia," ujar Presiden Prabowo.***