POJOKSATU.id, SIDEMPUAN—KPK terus melakukan pemanggilan pejabat dan mantan pejabat dari Mandailing Natal (Madina) terkait kasus dugaan korupsi pembangunan jalan di Sumut.

Terbaru, KPK memanggil kembali untuk kedua kalinya Plt Kadis PUPR Mandailing Natal (Madina) Elpi Yanti Harahap dan juga mantan Bupati Madina periode 2021-2025 Jafar Sukhairi Nasution.

Staf Dinas PUPR Madina bernama Mardiah juga sudah dua kali diperiksa KPK.

Total sudah ada tujuh pegawai Pemkab Madina yang digarap KPK buntut OTT KPK pada Kamis (26/6/2025) lalu.

Baca Juga: KPK Periksa Plt Kadis PUPR Madina dan Kabid Binamarga Dugaan Korupsi Jalan, Mantan Bupati Digarap

Berikut nama-nama pegawai Pemkab Madina yang sudah dipanggil KPK hingga Kamis (14/8/2025).

1. Plt Kadis PUPR Madina Elpi Yanti Harahap sudah 2 kali dipanggil

2. Staf Dinas PUPR Madina Mardiah sudah 2 kali dipanggil

3. Pokja PUPR Madina Natalina (mangkir panggilan pertama)

4. Staf PNS Dinas PUPR Madina Warina

5. PNS Pemkab Madina Ahmad Yasir

6. Kabid Binamarga PUPR Madina Rajab Asri Nasution

7. Staf Dinas PUPR Madina Winda

Baca Juga: Gaji Rp4 Juta! Lowongan Data Administration dan Customer Service di Stay.vie Living Surabaya, Mulai Kerja Akhir Agustus


Pejabat Madina nonpemkab dipanggil KPK

1. Kajari Madina Muhammad Iqbal

2. Kasi Datun Kejari Madina Gomgoman Halomoan Simbolon

Untuk Kajari Madina dan Kasi Datun, batal diperiksa KPK pada Jumat (18/7/2025) dan belum diketahui kapan dilakukan pemeriksaan ulang.


Mantan Pejabat Madina dipanggil KPK

1. Mantan Bupati Madina 2021-2025 Jafar Sukhairi Nasution sudah dua kali diperiksa KPK


Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan lima orang menjadi tersangka, Sabtu (28/6/2025) lalu yaitu Kadis PUPR Sumut Topan Ginting, PPK Satker PJN Wilayah 1 Sumut Heliyanto dan Kepala UPTD PUPR Sumut di Gunungtua Kabupaten Paluta yaitu Rasuli Efendi Siregar.

Sementara dua rekanan atau pihak swasta yang menjadi tersangka yaitu Direktur PT DNG Muhammad Akhirun Efendi Siregar alias Kirun dan Direktur PT RN Muhammad Rayhan yang juga anak Kirun.

Barang bukti kasus OTT KPK ini adalah Rp231,8 juta yang merupakan sisa dari uang Rp 2 miliar yang telah dibagi-bagikan tersangka Kirun kepada pejabat di Sumut sebagai uang muka atau fee untuk mendapatkan paket proyek di Sumut.***