POJOKSATU.id — Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Kwarnas) menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Jenderal World Organization of the Scout Movement (WOSM), Mr. David Berg, di Gedung Kwartir Nasional, Jakarta, pada 14 Juli 2025.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan kelembagaan antara WOSM dan Gerakan Pramuka, organisasi kepramukaan terbesar di dunia.
Dalam pertemuan, kedua pihak membahas peluang kolaborasi strategis, termasuk pengembangan program global dan pengelolaan keanggotaan.
Sekjen WOSM mengapresiasi kiprah Gerakan Pramuka Indonesia yang memiliki lebih dari 23 juta anggota aktif dan sejarah panjang sejak 1961.
Salah satu hasil penting adalah penyelesaian tunggakan iuran keanggotaan Gerakan Pramuka ke WOSM hingga tahun 2024.
Total tunggakan sebesar USD 836.171 diselesaikan dengan kesepakatan pembayaran hanya USD 30.000 dari sisa iuran USD 40.000 tahun 2024, yang langsung dibayarkan oleh Kwarnas pada hari yang sama.
Baca Juga: Fadli Zon Targetkan Buku Revisi Sejarah Rampung pada 10 November, Bertepatan Hari Pahlawan
Dengan demikian, Gerakan Pramuka berhasil menghemat USD 846.171 atau sekitar Rp 13,77 miliar, mencerminkan diplomasi yang efektif dan efisiensi keuangan dalam pengelolaan kontribusi kerja sama luar negeri.
Pengajuan Pengurangan Iuran Tahun 2025 dan Komitmen untuk Mencapai 5 Juta Jam Pengabdian
Kwarnas juga mengusulkan pengurangan iuran tahunan sebesar USD 125.844 untuk tahun 2025, yang mendapat respons positif dari Sekjen WOSM dan akan diputuskan secara resmi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Mandiri Sahabat Desa Hidupkan Ekonomi dan Lingkungan Lewat Aksi Bersih Waduk Jabar
Sebagai bagian dari usulan tersebut, Gerakan Pramuka berkomitmen mencapai 5 juta jam pengabdian (service hours) per tahun untuk mendukung program Scouts for SDGs, yang menjadi pertimbangan pengurangan iuran.
Peningkatan jam pengabdian ini menunjukkan kontribusi nyata Pramuka bagi masyarakat dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sokongan terhadap Program Inisiatif dan Kontribusi Internasional
Pertemuan ini juga menguatkan peran Gerakan Pramuka dalam mendukung inisiatif global WOSM seperti Dialogue for Peace, Messengers of Peace, Life Leader, dan Scouts for SDGs.
Baca Juga: Latihan Soal & Jawaban STS Geografi Kelas 11 Semester Ganjil: Tantang Pengetahuanmu tentang Bumi
Sekjen WOSM berkomitmen memberikan dukungan substansi dan anggaran untuk pelaksanaan program-program tersebut di Indonesia.
Selain itu, usulan program “Mangrove Badge Challenge” yang digagas Kwarnas dan didukung oleh Yayasan EcoNusa dengan dana USD 60.000, akan dilaksanakan di Indonesia dan empat negara lainnya.
Program ini menjadi kontribusi penting dalam pendidikan lingkungan dan aksi iklim, sejalan dengan agenda global pemerintah di bidang lingkungan hidup.
Baca Juga: Sekolah Rakyat diharapkan Dapat Menjadi Masa Depan SDM Unggul Indonesia, Begini Penjelasannya
Kwarnas juga aktif mempersiapkan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan kepramukaan internasional, termasuk Konferensi Kepramukaan Asia-Pasifik di Taiwan dan Jambore Asia Pasifik di Filipina tahun 2025, sebagai tindak lanjut atas sambutan positif dari Sekjen WOSM.
Memperkuat Penerapan Program “Safe from Harm” di Seluruh Indonesia
Dalam diskusi perlindungan anggota dari kekerasan dan risiko dalam kepramukaan, Sekjen WOSM mendukung usulan Kwarnas untuk memperluas penerapan program “Safe from Harm” secara digital, termasuk pengembangan aplikasi dengan kursus berbahasa Indonesia.
Baca Juga: PMHB: Srikandi Bikers Honda Bekasi Satukan Puluhan Klub, Gaungkan Persaudaraan dan Safety Riding
Hal ini diharapkan memudahkan pemahaman dan implementasi bagi jutaan anggota muda di seluruh Indonesia.
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov
Rangkaian capaian pertemuan ini memperkuat kemitraan Kwarnas dan WOSM, menegaskan kontribusi nyata Pramuka bagi masyarakat, serta memastikan kepramukaan menjadi wadah pendidikan yang aman, produktif, dan transformatif.***




