POJOKSATU.id, MALUT—Pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Karya Listyanti Pertiwi alias Tiwi yang bekerja di BPS Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara, berakhir tragis.

PNS asal Jambewangi Magelang Jawa Tengah ini meninggal dibunuh oleh rekan kantornya sendiri yang bernama Aditya Hanafi (27).

Gadis cantik anak dari Karyanto, purnawirawan TNI ini berstatus belum menikah dan usianya baru sekitar 30 tahun.

Baca Juga: Tampang Aditya Hanafi, Pembunuh Karya Listyanti Pertiwi Pegawai BPS Halmahera Timur Demi Judol

“Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Telah wafat salah satu anggota keluarga besar Haisstis Karya Listyanti Pertiwi, STr. Stat. Statistisi Ahli Pertama BPS Halmahera Timur,” kata unggahan Instagram milik BPS yaitu @haisstis_official dilihat Selasa (12/8).

“Semoga Alloh SWT menerima segala amal ibadah, mengampuni segala dosa dan memberikan tempat pengganti yang mulia,” kata unggahan ini lagi.

Kronologi Pembunuhan Pertiwi

Aditya Hanafi dan Listiyanti Pertiwi alias Tiwi sama-sama bekerja di BPS Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara.

Selain mereka, ada juga Almira Fajriyati Marsaoly yang juga menjadi pegawai di sana. Dan beberapa pegawai BPS lainnya.

Baca Juga: Sosok Karya Listyanti Pertiwi, Pegawai BPS Halmahera Timur Dibunuh Rekan Kerja Gegara Judol

Aditya dan Almira berpacaran dan akhirnya menikah. Sebelum menikah, Almira tinggal bersama Tiwi di rumah dinas yang berlokasi di Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur.

Awal Juli 2025, Aditya dan Almira berada di Ternate untuk mempersiapkan pernikahan mereka yang akan digelar pada 27 Juli 2025.

Namun, antara tanggal 16-19 Juli 2025, Aditya kembali ke Halmahera Timur tanpa Almira. Di sana, Hanafi bertemu dengan Tiwi.

Aditya Hanafi bermaksud meminjam uang sebesar Rp30 juta kepada Tiwi. Namun, Tiwi menolak secara halus permintaan tersebut.

Baca Juga: LPDP-IE University Spanyol Buka Pendaftaran Beasiswa untuk Jenjang Master Bidang Saintek dan Hukum, Cek Jadwal, Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Melalui penggandaan kunci milik pacarnya, Almira, Aditya masuk ke rumah dinas Tiwi.

Dua hari bersembunyi, ketika Tiwi sedang berada di rumah dinas sendiri pada 19 Juli sekitar pukul 05.22 WIT, Aditya membekapnya. Aditya juga melakukan pelecehan seksual kepada Tiwi.

Setelah itu, Tiwi dipaksa memberitahukan pin mbanking-nya. Aditya lalu memindahkan uang sebesar Rp38 juta dari rekening Tiwi ke e-wallet Tiwi. Dari e-wallet Tiwi, uang tersebut dipindahkan lagi ke rekening pribadi Aditya yang diduga digunakan untuk deposit judi online.

Tak hanya itu, Aditya Hanafi kemudian juga mengajukan pinjaman online atau pinjol atas nama Tiwi sebesar Rp50juta.

Aditya Hanafi kemudian kembali ke Ternate untuk melangsungkan pernikahan dengan Almira yang dilaksanakan pada 27 Juli 2025.

Pertiwi ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di rumah dinas Badan Pusat Statistik, BPS Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (31/07/2025) sore, sekitar pukul 16.00 WIT.

Tanggal 5 Agustus 2025, Aditya Hanafi ditangkap oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara bersama anggota Polsek Maba Selatan.***