POJOKSATU.id, TUBABA - Proyek pembangunan jembatan di Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang menghabiskan dana Rp89,78 juta dengan ukuran 3 x 5 meter itu diduga tidak sesuai spesifikasi dan terindikasi mark-up anggaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan yang berada di RT 07 Suku 3 tersebut baru selesai dibangun beberapa bulan lalu. Namun, sejumlah bagian konstruksi sudah menunjukkan kerusakan. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang menilai kualitas pekerjaan jauh dari harapan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa anggaran yang digunakan terasa tidak sebanding dengan hasil fisik di lapangan. Ia bahkan menduga ada indikasi penyalahgunaan dana desa dalam proyek tersebut.
"Melihat hasilnya, kami curiga ada permainan anggaran. Kerusakannya terlalu cepat padahal baru dibangun. Kami minta aparat penegak hukum dan Dinas PMD turun memeriksa," tegasnya.
Warga berharap pihak berwenang bertindak tegas agar penggunaan dana desa dan alokasi dana desa (DD-ADD) tidak menjadi ajang penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Hingga berita ini dipublikasikan, Kepalo Tiyuh Toto Makmur belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. ***




