POJOKSATU.id — Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, untuk membahas strategi pencegahan intoleransi dan memperkuat semangat hidup damai lintas agama.

Dalam pertemuan tersebut, Menag menyampaikan gagasannya tentang pentingnya Kurikulum Cinta sebagai fondasi pendidikan agama di Indonesia.

Baca Juga: SC Squad AHM Hijaukan Pesisir Karawang, 12.000 Mangrove Jadi Aksi Cinta Bumi

Menurutnya, banyak kurikulum agama saat ini masih mengandung muatan yang memicu kebencian, baik disadari maupun tidak.

“Banyak guru agama, sadar atau tidak, justru mengajarkan kebencian. Saya ingin semua agama diajarkan dengan pendekatan cinta,” tegas Menag, Kamis (31/7/2025).

Ia menyebut bahwa kurikulum cinta harus menyasar generasi muda, khususnya mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Ia pun mengajak GMKI terlibat langsung dalam penyusunan konsep dan implementasi kurikulum ini.

Baca Juga: KUNCI JAWABAN Latihan Pemahaman Modul 1 Topik 1 PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 2 Menerapkan Prinsip UbD pada Pembelajaran VERSI TERBARU

“Kalau kurikulum cinta sudah diimplementasikan, saya yakin Indonesia akan hidup saling menyayangi. Tapi ini tidak instan. Perlu sampai tiga tahun agar doktrin cinta ini tertanam,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, GMKI menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan tersebut.

Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI, Combyan Lombongbitung, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra aktif Kementerian Agama.

Baca Juga: Asuransi Pendidikan Jaminan Dana Anak Naik 170 Persen, Pegawai Wajib Tahu Sebelum Terlambat

“GMKI siap membackup dan mendukung Bapak Menteri Agama dalam melawan segala bentuk tindakan intoleransi,” ucapnya.

GMKI juga mengusulkan pembentukan Satgas Reaksi Cepat sebagai mekanisme penanganan dini terhadap intoleransi yang kerap terlambat ditangani.

“Selama ini, banyak kasus intoleransi baru mendapat perhatian setelah viral. Satgas ini dibutuhkan agar bisa mendeteksi dan merespons lebih cepat,” ujar Combyan.

Baca Juga: BSU Tak Lanjut Agustus 2025, Pemerintah Pilih Fokus ke Stimulus Transportasi & Properti

Selain itu, GMKI meminta dukungan Menag dalam memfasilitasi koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, terutama terkait perizinan rumah ibadah yang kerap menghadapi hambatan di tingkat lokal.

Menteri Agama menyambut baik usulan tersebut dan memerintahkan Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung, untuk menindaklanjuti pembentukan Satgas.

“Saya akan aktifkan, ya, satgas tersebut. Ibu Dirjen mohon diskusi ini difasilitasi. Pokoknya semua bentuk penjagaan dini itu harus kita lakukan,” kata Menag.

Baca Juga: Beasiswa DataPrint Periode 3 Tahun 2025 Dibuka, Kesempatan untuk Pelajar SMP hingga Mahasiswa S1

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menag Ainul Yakin, Ketua Umum GMKI Prima Surbakti, serta sejumlah pejabat internal Kemenag.***