POJOKSATU.id, GARUT— Pesta pernikahan anak Gubernur Jabar KDM, Maula Akbar, dengan Wabup Garut Putri Karlina, merenggut tiga nyawa.
Mereka mempersoalkan orang-orang yang melabeli acara mereka dengan pesta rakyat. Sampai kedua pasangan pengantin ini menyuruh lacak di medsos dari mana istilah ini muncul pertama kali.
“Sebenarnya ini juga menjadi bingung kami berdua, dari mana muncul pesta rakyat ini," ujar Maula Akbar dalam program Primetime News Metro TV, Sabtu (19/7/2025).
Maula mempertegas kegiatan itu merupakan hiburan rakyat bukan pesta rakyat. Baginya konsep hiburan rakyat berbeda dengan pesta rakyat.
Baca Juga: Plt Kadis PUPR Madina Diminta Dinonaktifkan Bupati Saipullah, Biar Fokus Beri Keterangan ke KPK
Putri Karlina juga mempersoalkan orang-orang yang melabeli acara mereka sebagai pesta rakyat.
Dia sampai meminta wartawan melacak orang-orang yang memunculkan istilah ini pertama kali.
"Mungkin rekan-rekan bisa menilai sendiri dari medsos pernyataan itu pertama kali muncul dari siapa? Jejak digital mudah untuk dicari," kata Putri Karlina yang merupakan anak satu-satunya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto ini.
Kedua pasangan suami istri ini mengungkapkan bahwa makanan yang diberikan dilakukan secara situasional.
Baca Juga: Ajukan Keringanan UKT, Ini Contoh Surat dan Cara Mengurusnya
Maula Menangis Minta Maaf
Sehari usai kejadian, Maula Akbar menggelar permintaan maaf sambil menangis bersama istrinya Putri Karlina.
"Saya bersama istri mengucapkan belasungkawa untuk keluarga yang ditinggalkan, ayah yang meninggalkan anak-anaknya, anak yang meninggalkan orang tuanya, untuk ibu yang meninggalkan anak beserta suaminya. Berat rasanya memang melihat situasi yang terjadi," kata Maula di Rumah Dinas Wabup Garut, Sabtu (19/7).
"Saya memohon maaf kepada semuanya, tidak ada maksud dan niatan dari kami untuk melukai keluarga korban. Saya beserta istri saya sudah bertemu langsung dengan keluarga korban yang ditinggalkan,” katanya lagi.
Maula dan Putri Karlina mengaku sudah diperiksa polisi terkait kejadian ini.
"Kami berdua mengikuti prosedur hukum yang hari ini sudah mulai berjalan,” katanya.
“Tadi malam sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Garut dan disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat mengenai apa yang terjadi di lapangan dilanjut lagi hari ini didalami proses-proses yang mungkin," kata Maula Gubernur Jabar KDM atau Dedi Mulyadi.***



.webp)
