POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) mengingatkan pekerja dan buruh penerima BSU hati-hati terhadap tautan informasi palsu yang mengatasnamakan BSU.

Melalui tautan media sosial X, Kemnaker mengingatkan agar selalu berhati-hati terhadap tautan link mencurigakan dan hoaks atau palsu.

Informasi resmi disampaikan melalui laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan tautan bsu.kemnaker.go.id.

“Rekanaker, mohon selalu berhati-hati terhadap link mencurigakan, informasi hoaks, dan oknum yang mengaku bisa mempercepat pencairan BSU dengan imbalan atau potongan tertentu,” ungkap akun X milik Kemnaker @KemnakerRI seperti dilihat Selasa (15/7).

Baca Juga: PENCAIRAN BSU Batch 4 Dimulai! CEK Bank yang Sudah Mulai Melakukan Penyaluran ke Rekening Penerima!

Namun dalam unggahan ini muncul beragam komentar dari pekerja, ada yang menyatakan sudah berulangkali kena validasi, ada yang sudah cair BSU miliknya, dan ada juga keluhan lainnya.

“Ketidakmampuan mengatasi validasi yang terkesan lucu hingga berminggu-minggu tak kunjung ada perubahan, hingga sebelumnya masuk kriteria valid sebagai penerima BSU, kemudian kembali diproses, tetapi tak kunjung masuk rekening bahkan di apk POSPAY adalah kemunduran tersendiri,” kata akun @dewa_djalanan.

Sementara sebagian akun mengatakan sudah menerima BSU dari rekening BNI.

“Alhamdulillah BSU lewat BNI sudah masuk rekening,” kata akun @musafangatun.

Berbagai akun lainnya juga mengatakan hal-hal berbeda mengenai pencairan BSU ini.

Baca Juga: Kontrak Gampang Diputuskan, IPN Siap Perjuangkan PPPK Guru Jadi PNS

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Sunardi Manampiar Sinaga dalam keterangan tertulis, Selasa (15/7/2025) menyebutkan bahwa link resmi adalah bsu.kemnaker.go.id.

”Selain tautan resmi bsu.kemnaker.go.id, berarti palsu,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Kemnaker menemukan dugaan upaya phishing program BSU melalui berbagai tautan.

Salah satu contohnya adalah https://layanan-bsu2.kem-naker.com/. Phishing adalah modus penipuan dunia maya ketika pelaku berpura-pura menjadi entitas tepercaya untuk mencuri informasi sensitif korban.

Kemnaker memperkirakan, beragam tautan palsu BSU sengaja dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui masyarakat. Tujuannya, untuk mengambil data pribadi yang dapat disalahgunakan. ***