POJOKSATU.id, JAKARTA—Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Haniva Hasna memberikan analisa mengenai arah lakban yang membungkus kepala Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan hingga tewas.
Menurutnya, jika arah ujung lakban mulai dari mulut, maka kemungkinan besar Arya Daru dibunuh orang lain.
Namun jika arah lakban tidak dimulai dari mulut, dan ujung terakhir lakban berada di hidung Arya, maka ada kemungkinan Arya Daru Pangayunan melakukan bunuh diri.
Baca Juga: Ramai Atlet PON Aceh-Sumut 2024 Belum Terima Bonus, Menpora: Itu Tanggungjawab Pemda
Menurut Hasna, temuan tewasnya Arya Daru ini merupakan kasus yang tidak wajar dan jarang terjadi.
“Secara kriminologi, ini unnatural suicide (bunuh diri tidak wajar). Namun, secara statistik sulit dilakukan secara penuh seorang diri,” ujar Haniva, Jumat, (11/7/2025).
Haniva mengatakan, bahwa arah lakban yang menutupi kepala korban bisa menjadi salah satu kunci awal untuk mengungkapkan penyebab kematian.
“Kalau dimulai dari mulut, maka ada kemungkinan korban dibungkam. Kalau terakhir di hidung, ada kemungkinan bunuh diri,” jelas Haniva.
Baca Juga: Teka-teki Kematian Arya Danu Sang Diplomat, Kriminolog: Pentingnya Penyelidikan Detail
Meski begitu, ia belum mau menarik kesimpulan sebelum ada bukti forensik lengkap.
Sebab, jika Arya Daru tewas dibunuh, hingga saat ini tidak ditemukan bukti kekerasan di tubuh korban.
Namun, jika Arya tewas karena bunuh diri, seharusnya terdapat tanda kasur atau pakaian yang berantakan karena disebabkan relflek tubuh korban saat bunuh diri menahan napas.
“Sebab, ketika manusia bunuh diri, secara naluri survival otak akan merangsang reflek motorik ke beberapa bagian tubuh,” ujar Haniva Hasna.
Dia mengatakan bahwa penyebab kematian Arya Daru Pangayunan tidak bisa begitu saja disimpulkan sebagai bunuh diri atau dibunuh sebelum ada bukti forensik lengkap.***




