POJOKSATU.id, JAKARTA—Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut ada koreksi atau pengurangan terhadap 1,9 juta penerima bantuan sosial (bansos).

Sebanyak 1,9 juta penerima bansos di triwulan 1 tidak akan menerima lagi bansos di triwulan 2 tahun 2025 ini.

Menteri yang karib disapa Gus Ipul ini menegaskan bahwa bansos harus disalurkan tepat sasaran. Penyesuaian data dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada yang berhak.

Baca Juga: Sosok Ade Armando Diangkat Jadi Komisaris PLN, Awet Muda Umurnya Ternyata Sudah 63 Tahun

Perubahan ini terjadi karena pemerintah secara berkala mencocokkan data di lapangan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Maka itu, kepada bapak-bapak, ibu-ibu sekalian yang mungkin tidak menerima bansos lagi, saya ingin sampaikan mohon maaf. Ini bukan maunya Menteri, bukan maunya Kementerian Sosial, tapi ini adalah memang sesuai data yang diberikan kepada kami,” jelas Mensos.

Menurut Ipul, Kemensos saat ini sedang melakukan penyesuaian-penyesuaian.

“Jadi, sebagian besar ya masih menerima bansos. Tapi, sebagian lagi sekitar 1,9 juta itu terkoreksi,” ujarnya di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jakarta Selatan, Sabtu (5/7/2025).

Baca Juga: Isu Gaji Guru Naik 16 Persen Cair Agustus 2025: Presiden Fokus Naikkan Gaji Hakim, Guru Sabar Dulu

Selain itu, Kemensos juga tengah mengevaluasi mekanisme penyaluran bansos.

Beberapa bantuan yang sebelumnya disalurkan melalui PT Pos Indonesia kini dialihkan ke sistem Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui rekening kolektif di bank.

Himbara ini merupakan bank-bank milik pemerintah seperti Mandiri, BRI, BNI dan lain-lainnya.

Diketahui, tahun 2024 lalu, jumlah penerima Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah sebanyak 73. 597.540 untuk Bansos pangan.

Ada dua kategori penerima bansos yaitu PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).***