POJOKSATU.ID-  Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 702 personel. Termasuk beberapa jabatan strategis.

Mutasi tersebut ditetapkan oleh Polri pada 23 Juni. Total ada 5 surat telegram berisi mutasi ratusan perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) Polri.

Dari total 702 personel yang dimutasi, sebanyak 534 personel menjalani promosi jabatan atau perpindahan setara. Diantaranya 5 personel berpangkat irjen dan 7 personel berpangkat brigjen.

Baca Juga: Diduga Bermain Tender, Kepala LPSE Madina Dinonaktifkan Bupati, Inspektorat Diminta Pemeriksaan

 

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilakukan guna meningkatkan kinerja dan regenerasi di tubuh Polri. Sehingga Korps Bhayangkara dapat bekerja lebih optimal.

 ”Mutasi jabatan merupakan proses alamiah dalam organisasi sebagai bentuk penyegaran, pengembangan karier, serta pemenuhan kebutuhan organisasi. Ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme dan responsivitas dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Bila dilihat dari mutasi tersebut, ada tiga polwan yang mendapatkan penugasan baru sebagai kapolres. Menurut dia, itu merupakan wujud komitmen Polri untuk terus memberikan kepercayaan kepada para polwan dalam penugasan di posisi-posisi strategis.

Baca Juga: Ingin TPG 2025 CAIR TEPAT WAKTU? CEK LAGI Syarat dan Mekanisme yang Wajib Dipenuhi, Tidak Perlu RAPEL TPG

 

”Penempatan Polwan dalam jabatan kapolres menunjukkan bahwa Polri terus mendorong kesetaraan dan profesionalisme berbasis kompetensi, tanpa membedakan gender,” ujarnya. ***