POJOKSATU.ID – Cek profil Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tegal, Jawa Tengah (Jateng) di bawah ini.

Seperti diketahui, belum lama ini MAN 1 Tegal tengah ramai jadi perbincangan publik di media sosial.

Sebab, sekolah negeri yang di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) itu diduga baru saja mengeluarkan salah seorang siswi usai mengikuti lomba renang.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kasus Siswi MAN 1 Tegal Diduga Dikeluarkan dari Sekolah Usai Menang Lomba Renang

Dikarenakan, siswi tersebut tidak menggunakan baju renang berjilbab saat mengikuti lomba pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tegal.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @_priut pada Jumat (20/6/2025).

Diketahui, pemilik akun tersebut disinyalir merupakan orang tua siswi MAN 1 Tegal yang kini menjadi korban arogansi pihak sekolah.

Baca Juga: Guru PPPK Sekolah Rakyat Jalani Seleksi Kompetensi Tambahan, Pengumuman 30 Juni 2025 Nanti

Dalam unggahannya, dirinya dengan tegas mengungkapkan bahwa anaknya telah dikeluarkan dari MAN 1 Tegal.

“Ikut Popda renang dan jadi Juara Umum, Siswi MAN 1 Tegal malah dikeluarkan,” jelasnya di-caption.

Berikut profil MAN 1 Tegal:

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tegal memiliki akar sejarah yang erat dengan Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah Babakan Lebaksiu.

Baca Juga: Rakit Hulu

Lembaga ini tumbuh dari semangat para ulama pondok untuk berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui pendidikan, khususnya dalam perjuangan di jalan keagamaan.

Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah didirikan pada periode awal 1916–1935 oleh KH. Mufti bin Salim bersama KH. Anwar H. Abdurrokhim.

Setelah KH. Mufti wafat pada 1935, kepemimpinan pondok diteruskan oleh putra-putranya dan sejumlah tokoh lain.

Baca Juga: Beasiswa LPDP CSU Buka Pendaftaran hingga 10 Juli 2025, Berikut Persyaratannya

Yang mana, sistem pembelajaran mulai berkembang dari pengajian tradisional menuju pola klasikal.

Pada fase ketiga, antara 1947–1982, di bawah pimpinan KH. Isa Mufti dan KH. Abdul Malik, pondok mulai merintis lembaga pendidikan formal berbasis agama dan umum.

Seperti dikenal dengan Madrasah Diniyah dan Madrasah Menengah, dari sinilah cikal bakal Madrasah Menengah Atas (MMA) terbentuk.

Baca Juga: Bupati Luwu Timur Buka Peluang Guru PPPK Jadi Kepala Sekolah, Cek Syarat dan Aturannya

Permohonan untuk menjadikan MMA sebagai sekolah negeri diajukan pada 1 Maret 1968 oleh KH. Isa Mufti dan KH. Shofwan Mufti.

Kemudian, melalui SK Menteri Agama No. 81 Tahun 1968, MMA resmi berubah menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN).

Meskipun, saat itu masih terbatas dalam cakupan murid yang berasal dari santri dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Bupati Luwu Timur Buka Peluang Guru PPPK Jadi Kepala Sekolah, Cek Syarat dan Aturannya

Pada 1975, berdasarkan SK Menteri Agama No. 18 Tahun 1975, MAAIN secara resmi berganti nama menjadi Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

Pada periode tersebut, MAN Babakan menjadi salah satu madrasah tertua di Indonesia setelah MAN Menteng Jakarta, dan menjadi yang tertua di Jateng.

MAN Babakan juga sempat menjadi pusat rayon ujian tingkat satu se-Jateng dan berkembang menjadi induk bagi beberapa filial (kelas jauh).

Baca Juga: Ada 1.323.459 KPM Gagal Salur, Mensos Imbau yang Belum Menerima Bansos Segera Melapor Lewat ke Empat Saluran Ini

Seperti MAN 1 Brebes (filial Islamic Centre Brebes), MAN Kota Tegal (filial Jl. Kemuning), serta MAN 2 Brebes (filial Laren, Bumiayu).

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Departemen Agama menugaskan sejumlah tokoh guru dan kepala madrasah berprestasi untuk memimpin MAN Babakan.

Termasuk H. Sofwan Mufti, Drs. Muslich Ma’sum, Drs. H. Mubasyir Dahlan, dan lainnya, hingga dipimpin oleh Dra. Hj. Nurhayati NS, M.Pd sejak tahun 2018.

Baca Juga: Viral MBG Bahan Mentah di Tangsel, Kepala BGN: Belum Ada Kebijakan Itu, Program Masa Libur Sekolah Masih Disusun

Hingga akhirnya, melalui KMA RI No. 810 Tahun 2017, nama MAN Babakan Lebaksiu resmi diubah menjadi MAN 1 Tegal sejak 3 Oktober 2017. ***