POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Regita Fajarani (21) mahasiswi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, Jawa Barat.
Seperti diketahui, belakangan ini nama Regita Fajarani tengah ramai jadi perhatian publik di media sosial.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai mahasiswi Unjani tersebut telah jadi korban tindak pidana Orang Tidak Dikenal (OTK).
Baca Juga: Lima Gelombang Rudal Iran Hantam Israel, Pusat Komando Perang Israel Dipindah ke Rumah Sakit
Yang mana, Regita Fajarani nyaris tewas usai ditikam saat sedang berada di dalam rumahnya kawasan Cigugur Tengah, Cimahi.
Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarbandung.id pada Sabtu (14/6/2025).
Dalam artikelnya, Regita dikonfirmasi sedang menjalani perawatan medis lantaran tengah dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Tunjangan Guru TW 1 dan 2 Belum Cair? Jangan Diam! Ini Jalur Resmi Pengaduan ke Kemendikdasmen
“Regita Fajarani (21) harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit lantaran luka di leher dan di dekat ketiaknya,” jelasnya.
Diketahui, insiden ini bermula ketika Regita pergoki pelaku saat masuk ke dalam rumahnya pada Jumat (13/6/2025).
Berdasarkan informasi dihimpun, pelaku yang masuk ke dalam rumah korban ini disinyalir ingin melakukan pencurian.
Sebab, insiden itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB saat sekitar kawasan penduduk alam keadaan sepi.
Alih-alih pergoki pelaku, Regita justru jadi sasaran serangan OTK tersebut usai penghuni rumah teriaki “maling”.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh salah satu kerabat korban, Samiri (45) saat memberi keterangan kepada awak media.
Baca Juga: Terbaru Kerusakan Parah Banyak Terlihat di Tel Aviv, Iran Rudal Pangkalan Udara Israel di Nevatim
Samiri menuturkan bahwa keponakannya itu nyaris meregang nyawa usai pergoki pelaku diduga pencuri.
Diketahui, Regita mendapatkan sekujur luka di beberapa bagian tubuhnya usai ditusuk pelaku menggunakan senjata tajam (sajam).
“Nah enggak tahu perampokan atau bukan, pokoknya korban itu memergoki terduga pelakunya. Setelah itu langsung ditusuk,” jelasnya.
“Kalau mau merampok atau enggak saya kurang tahu juga. Kalau barang-barang enggak ada yang hilang,” lanjutnya.
Akibat insiden tersebut, korban sontak dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawat medis.
Samiri menambahkan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Immanuel, Bandung.
“Lukanya cukup parah, soalnya semalam itu sampai disedot darahnya dari paru-paru. Sekarang masih dirawat di ICU, belum tahu perkembangan kondisinya seperti apa,” terangnya. ***



