POJOKSATU.ID – Inilah sosok Lindswell Kwok, mantan atlet olahraga seni bela diri wushu yang ramai disorot publik.

Seperti diketahui, nama Lindswell Kwok tengah hangat jadi perbincangan usai singgung Presiden Prabowo Subianto.

Yang mana, singgungan tersebut tidak lain terkait pemberian hadiah jam tangan rolex kepada para atlet Timnas Indonesia.

Baca Juga: Angin Kencang di Kota Medan, Pohon Tumbang Timpa Kantor Pos dan Dua Mobil, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem

Mantan atlet wushu peraih belasan medali emas ini menilai bahwa pemberian hadiah tersebut dinilai sangat tidak adil bagi para olahragawan cabang lainnya.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @womensfootie_id pada Selasa (10/6/2025).

Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti fenomena pemberian hadiah jam tangan rolex tersebut.

Baca Juga: Nadiem Makarim Sebut Pengadaan Laptop Chromebook Dikawal Kejagung juga Kosultasi ke KPPU

Beberapa di antaranya tampak sepakat dengan singgungan Lindswell terkait pemberian hadiah kepada para pemain sepak bola Timnas Indonesia.

Namun, beberapa lainnya justru tampak tidak setuju dengan pernyataan mantan atlet wushu tersebut.

“Mohon maaf sebelumnya. Ya kalo ngomongin kesenjangan atlit dan perataan anggaran ya mesti ada. Disesuaikan laah,” cuit @iceslug.

Baca Juga: Indonesia vs Jepang, Dipastikan Lolos di Babak ke Empat, Garuda Tetap Semangat CURI NILAI dari SAMURAI, Apa yang Terjadi Jika Kalah atau Menang?

“Wajarlah, Wushu apaan? Ga semua orang tau beda Ama bola biasa engage bnyk orang bisa jadi alat politik atau ekonomi,” ketik @ahsanmoahGyan.

“Menurutku pembagian rolex itu terlalu dini, apresiasi jamuan makan malam oleh presiden pun terlalu dini,” cuit akun @JAMBARI1.

Seperti diketahui, polemik ini mencuat usai Lindswell menyoroti pemberian hadiah jam tangan kepada para pemain timnas.

Baca Juga: Profil dan Prestasi Lindswell Kwok, Mantan Atlet Wushu Singgung Prabowo soal Timnas Indonesia Diberi Hadiah Rolex

Yang mana, dirinya menyinggung soal diskriminasi dan ketimpangan terhadap para atlet di cabang olahraga berbeda.

“Kesenjangan atlit, tentu bangga dgn prestasi sejawat. Tapi sudah adil belum pemerintah dalam memfasilitasi para atlit2nya?,” cuitnya.

“Karena cabang olahraganya banyak peminat, lebih terkenal? Lantas bukannya prestasi itu dinilai dari pencapaian?,” lanjutnya.

Baca Juga: Penjelasan Nadiem Makarim Terhadap Dugaan Korupsi Senilai Rp9,9 Triliun: Pengadaan Laptop Chromebook untuk Daerah 3T

“Yang dikritik di sini bukannya sang atlit, TAPI PERAN PEMERINTAH DALAM HAL FASILITAS ATLIT,” imbuh Lindswell. ***