POJOKSATU.id, JAKARTA—Ustadz Ahmad Alhabysi mengomentari meninggalnya Ustadz Muhammad Yahya Waloni yang tutup usia di umur 55 tahun saat khutbah Jumat di Masjid Darul Falah Kota Makassar.

Selain Ahmad Alhabysi, Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustadz Derry Sulaiman ikut mengomentari berpulangnya Ustadz Yahya Waloni yang merupakan mantan pendeta ini.

Yahya Waloni yang lahir pada 30 November 1970 di Manado ini dikenal sebagai sosok penceramah yang tegas dan keras dalam menyampaikan dakwah Islam. Yahya mualaf tahun 2006 lalu.

Baca Juga: Profil Talitha Salsabila, Mahasiswi Unhan Berakhir Tewas Usai Jadi Korban Kecelakaan dengan Wakil Ketua DPRD Ngawi

“Happy Ending! Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun,” ujar Ustadz di akun Instagram @ahmadalhabysi_real, Jumat (6/6)

Ahmad Alhabsyi lalu menuliskan sebuah Hadist Nabi Muhammad mengenai kematian seseorang.

“Sesungguhnya amalan-amalan (seorang hamba) itu tergantung pada amalan-amalan penutupnya.” (HR Imam Al-Bukhari).

“Telah berpulang ke Rahmatullah Ustadz DR Yahya Waloni ( Mantan Pendeta yang mengislamkan Ribuan Orang). Jumat tgl 6 juni 2025/10 dzulhijjah 1446 H. Wafat sesaat khutbah kedua Sholat Jumat,” katanya lagi.

Lalu Alhabsyi mengajak netizen untuk mengirimkan surah Al Fatihah ke pada Ustadz Yahya Waloni.

Baca Juga: Riwayat Ustadz Yahya Waloni Diduga Sakit Jantung, Pernah Dilarikan ke RS Tahun 2021 Lalu

"Alfatehah untuk beliau. Kita sering sibuk mikirin hidup enak tapi lupa mikirin mati enak," katanya lagi.

Sosok Sederhana Rumah Ngontrak

Ustaz Abdul Somad (UAS) pada akunnya @ustadzabdulsomad mengatakan bahwa Yahya sudah hidup mapan dengan menjadi rektor dan bergaji besar. Namun dia memilih hidup sederhana untuk mendakwahkan Islam.

"Dapat hidayah. Masuk Islam. Keliling berdakwah. Nyetir sendiri. Sampai di Jambi, mobilnya rusak. Dibawa ke bengkel. Mesin hancur karena tidak pernah diservice. Mau diganti tim UAS Jambi mobil baru. Ternyata mobil yang rusak itu belum lunas,” kata UAS.

Baca Juga: Daftar Korban Kecelakaan di Tol Sragen Sebabkan Wakil Ketua DPRD Ngawi Waluyo Jati Sasono Tewas

“Ditawarkan tim tinggal di apartemen. Beliau tidak mau. Ternyata rumahnya masih ngontrak. Beliau melihat dunia ini setengah sayap nyamuk," tulis UAS lagi mengenang Ustadz Yahya Waloni.

UAS juga mengenang Ustadz Yahya Waloni sebagai orang yang lantang membelanya saat dirinya dibully dan dilaporkan beberapa tahun lalu sebagai ustadz radikal, Yahya Waloni tampil di depan membelanya.

"Saat saya dibully, dipersekusi, dilaporkan dst. Beliau lantang membela saya. Beliau hanya takut pada Allah. Hari ini Allah buktikan batinnya. Beliau wafat hari Jumat. Khotib Jumat. Hari mulia 10 Zulhijjah. Bulan mulia. Allah beri beliau kemuliaan. Selamat jalan Ustadz Yahya Waloni," ujar UAS.

UAS pun membacakan Al-Fatihah dan doa untuk Ustaz Yahya Waloni.

Ustaz Derry Sulaiman juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ustaz Yahya Waloni. "Doa Terbaik Dari Makkah Untuk Ust Muhammad Yahya Waloni, Al Fatihah."

Dalam videonya pada akun @derrysulaiman di Instagram, ia juga menulis, "Kepergianmu indah, di hari terbaik, dalam amal terbaik (dakwah), insya Allah husnul khatimah Al-Fatihah," kata Ustadz Derry Sulaiman.***