POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus ratusan pelajar SMAN 9 Tambun Selatan di Jawa Barat gelar aksi demo.

Seperti diketahui, belum lama ini para siswa SMAN 9 Tambun Selatan baru saja menuntut keadilan pihak sekolah.

Di mana, tuntutan tersebut berawal dari adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang kerap kali dilakukan pihak sekolah.

Baca Juga: BNI Pastikan Layanan Tetap Jalan di Libur Idul Adha, SPBU Prioritas Utama

Berdasarkan informasi dihimpun, para murid sering diminta iuran rehabilitasi sekolah, namun sampai detik ini progres pembangunan tidak kelihatan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @bambang314 pada Rabu (4/6/2025).

Dalam unggahannya, terdapat kalimat yang mengonfirmasi bahwa dugaan pungli itu mencuat lantaran tidak adanya progres pembangunan sekolah.

Baca Juga: Penumpang KAI Bandara di Medan Meningkat, Selama Mei 2025 Naik 61 Persen

Padahal, para siswa sering kali diminta iuran pembangunan oleh pihak SMAN 9 Tambun Selatan tiap tahunnya.

Oleh karena itu, ratusan pelajar yang tidak terima dengan sikap pihak sekolah ini sontak menggelar aksi demonstrasi.

Yang mana, aksi demo itu dilakukan para murid pada Selasa (3/4/2025) guna meminta pertanggungjawaban dari pihak sekolah.

Baca Juga: Dibayarkan Mulai Bulan Juni, Pencairan TPG Triwulan II Dibagi Menjadi Tiga Periode?

Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu murid kelas XI SMAN 9 Tambun Selatan dengan inisial RP.

Dalam pengakuannya, RP mengungkapkan dugaan pungli itu mencuat usai tidak adanya pembaharuan kondisi fisik sekolah.

Padahal, orang tua RP kerap kali membayar iuran pembangunan sesuai instruksi sekolah sebesar Rp500 ribu.

Baca Juga: Ratusan Pelajar SMAN 9 Tambun Selatan Gelar Aksi Demo Dugaan Pungli di Sekolah

“Katanya untuk gedung. Tapi sampai sekarang masih begini-gini saja. Orangtua saya sudah bayar setiap tahun Rp500 ribu,” ucapnya.

“Kayak wastafel tuh banyak yang mati atau bagaimana, begitu. Wastafel banyak yang rusak," lanjut RP.

Tidak hanya itu, tersulutnya emosi para murid ini juga ditambah dengan iuran lainnya yang dilakukan pihak sekolah saat hendak menggelar sebuah acara.

Baca Juga: DIJANJIKAN TIGA! Ternyata Baru Ada 1 Tunjangan Bagi Guru yang Cair di Awal Juni 2025, Apa Itu?

Yang mana, pihak sekolah disinyalir meminta tanda tangan dan iuran untuk keberlangsungan acara tersebut.

Diketahui, iuran tersebut dipakai untuk mendanai biaya makanan para murid SMAN 9 Tambun Selatan.

Alih-alih demikian, ungkapan pihak sekolah terkait hal tersebut justru hanya bualan semata lantaran para murid tidak menerima makanan saat acara digelar. ***