POJOKSATU.ID – Belum lama ini publik tengah dihebohkan dengan kasus viral oknum guru SMAN 1 Cikarang Utara, Jawa Barat.

Seperti diketahui, beredar kabar memilukan yang menyebutkan bahwa salah satu oknum guru tersandung kasus tindak pidana.

Yang mana, oknum guru tersebut diketahui telah bawa kabur uang orang tua siswa sebanyak ratusan juta.

Baca Juga: Bupati Lantik Dan Serahkan Puluhan SK CPNS Purwakarta, Om Zein 'Kalian Pelayan Masyarakat Layani Dengan Sepenuh Hati'

Berdasarkan informasi dihimpun, uang yang dibawa kabur pelaku ini diketahui digunakan untuk melakukan suap demi jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @liputancikarang pada Selasa (6/3/2025).

Dalam unggahannya, oknum guru yang masih belum diketahui identitasnya ini dikonfirmasi telah melakukan tindak pidana.

Baca Juga: Siswa Kelas 2 SD Tewas Dibully di Inhu Riau, DPR: Jika Benar Terkait Suku Agama Ini Pelanggaran Serius

Tidak hanya membawa kabur uang milik orang tua siswa, pelaku juga disebut melakukan aksi gratifikasi di lembaga pemerintah.

“Seorang oknum guru di SMAN 1 Cikarang Utara diduga menjalankan investasi bodong, menipu puluhan korban, dan membawa kabur uang ratusan juta rupiah,” jelasnya.

“Motifnya? Diduga untuk membiayai sogokan agar lolos jadi PNS!,” lanjutnya di-caption positngan.

Baca Juga: BNPB Mencatat Total Korban Tewas Akibat Proyek Tambang Mencapai 21 Orang; Itu Bukan Bencana Alam, Tapi Kecelakaan Kerja

Diketahui, publik yang menerima informasi tersebut sontak mengonfirmasi tuduhan kepada pihak sekolah.

Namun, publik yang diwakili oleh awak media tidak mendapatkan keterangan pasti terkait sosok pelaku tersebut.

Dikarenakan, pihak sekolah diketahui enggan memberi tahu informasi terkait dugaan penipuan yang dilakukan oknum guru SMAN 1 Cikarang Utara.

Baca Juga: Penyaluran PIP dimulai Sejak Bulan Lalu Tapi Belum Dapat Ternyata Mungkin Kamu Bukan Kriteria Prioritas ini

“Saat awak media datang ke sekolah untuk konfirmasi, Kepala Sekolah tidak ada di tempat,” jelasnya.

“Humas sekolah, Bpk Tarno, hanya menyebut sudah pernah ada mediasi dengan LSM dan wartawan, namun enggan membeberkan siapa pelakunya,” lanjutnya.

Diketahui, beberapa publik lainnya yang mengetahui kasus ini dari sosial media sontak mencecar pelaku.

Baca Juga: Polisi Tunggu Hasil Autopsi Penyebab Tewasnya Siswa Kelas 6 SD di Makassar, Diduga Dikeroyok Teman

Mereka juga tampak meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut. ***