POJOKSATU.ID - Wukuf di Arafah merupakan puncak ibadah haji, momen krusial yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.
Untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan mabrur, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) kembali mengingatkan jemaah haji tentang beberapa larangan penting yang harus dipatuhi selama berada di Arafah.
Informasi ini, seperti yang diunggah oleh akun resmi Kemenag RI (@kemenag_ri) baru-baru ini, berfungsi sebagai panduan agar jemaah dapat fokus beribadah dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan haji.
Berikut adalah rangkuman larangan-larangan tersebut:
Melakukan Larangan Ihram: Ini adalah poin paling fundamental.
Larangan ihram mencakup berbagai hal, di antaranya:
Bagi laki-laki: Mengenakan pakaian berjahit, menutup kepala (seperti memakai peci, topi, atau sorban), dan memakai wewangian.
Bagi perempuan: Memakai sarung tangan dan menutup muka (seperti memakai niqab atau cadar).
Umum (laki-laki dan perempuan): Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu di badan, memburu atau membunuh binatang, dan melakukan hubungan suami istri.
Baca Juga: Masih Ada Jamaah Haji Belum Sampai Jeddah Meski Ratusan Kloter Telah Tiba di Makkah!
Melakukan Hal yang Dapat Mengganggu Kekhusyu'an: Jemaah diimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang bersifat berlebihan atau sia-sia.
Rafats, Fusuq, Jidal, Ghibah: Ini adalah kategori larangan yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam, terutama saat beribadah haji.
Membuka Aurat di Muka Umum: Meskipun berada di padang Arafah, jemaah harus tetap menjaga aurat sesuai syariat Islam.
Selain larangan-larangan utama di atas, infografis dari Kemenag RI juga memberikan beberapa anjuran dan informasi tambahan yang tak kalah penting:
Naik ke Jabal Rahmah: Meskipun Jabal Rahmah adalah tempat bersejarah, jemaah diimbau untuk tidak terlalu fokus naik ke sana, melainkan lebih memprioritaskan ibadah dan zikir di tenda.
Membuang Sampah, Pembalut, dan Tisu di Toilet: Jemaah diharapkan untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, dan tidak membuang benda-benda yang dapat menyumbat saluran air di toilet.
Berjalan dalam Mencari Teman atau Saudara dari Tenda Lain: Sebaiknya jemaah tidak terlalu banyak berjalan-jalan antar tenda untuk mencari teman atau saudara, guna menghindari kelelahan dan potensi tersesat.
Baca Juga: Rombongan Haji Kudus Nyaris Telat Tiba di Bandara, Alasan di Baliknya yang Receh!
Jemaah sangat dianjurkan untuk tetap berada di dalam tenda guna menghindari paparan panas ekstrem yang bisa menyebabkan dehidrasi atau heatstroke. Cuaca di Arafah pada jam-jam tersebut sangat panas.
Patuhi semua larangan dan ikuti anjuran ini agar ibadah wukuf Anda di Arafah berjalan lancar, khusyuk, dan Insya Allah diterima oleh Allah SWT sebagai haji yang mabrur.***




