POJOKSATU.id, JAKARTA—Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni ikut menyoroti kasus tewasnya mahasiswa FH UGM, Argo Ericko Achfandi, Sabtu (24/5) sekitar pukul 01.00 WIB.
Argo tewas di TKP setelah motornya ditabrak dari belakang oleh pengemudi BMW yang belakangan diketahui mahasiswa FEB UGM, Christiano Pengarapenta Pengidahan Tarigan, atau Christiano Tarigan.
Kejadian tragis ini terjadi di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Baca Juga: Netizen Bongkar Ayah Mahasiswa UGM Christiano Tarigan Penabrak Argo Ericko, Tenyata Sosok Penting
Ahmad Sahroni meminta polisi bersikap profesional dalam menangani kasus ini. Politikus NasDem ini meminta polisi menindak tegas pelaku penabrakan, tidak peduli orang tuanya kaya atau bukan.
"Saya meminta Polda DIY bersikap profesional, transparan, dan tidak pandang bulu dalam menangani kasus ini,” tegas Sahroni dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (26/5).
Dia juga menanggapi isu yang bergulir dimana orang tua penabrak ini memiliki uang dan pengaruh penting di Indonesia.
“Jangan sampai ada kesan hukum bisa ditekuk demi kepentingan pihak tertentu. Apalagi isu yang bergulir, diduga orang tua dari anak ini memiliki uang dan pengaruh. Siapa peduli? Anaknya renggut nyawa orang, ya hadapi konsekuensi pidananya. Gak ada urusan,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut, Sahroni menyebut dirinya akan memantau perkembangan kasus ini dan memastikan tidak adanya intervensi yang terjadi.
"Saya akan pantau perkembangan kasus ini. Saya pastikan tidak ada intervensi apa pun, dan pelaku benar-benar dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai perbuatannya,” tegasnya.
“Polisi awas jangan sampai digembosi. Ingat, publik memantau dan menilai,” tegas Sahroni lagi.
Kronologi Kecelakaan Argo Ericko
Awalnya, Argo Ericko yang mengendarai motor Honda Vario berpelat nomor B 3373 PCG sedang melaju dari arah selatan ke utara. Dia lalu melambat untuk putar balik di simpang tiga Dusun Sedan.
Bersamaan dengan itu dari arah yang sama, dari belakangnya, melaju mobil BMW nomor polisi B 1442 NAC yang dikemudikan Christiano Tarigan.
Karena jarak yang dekat, pengemudi mobil BMW tidak bisa menghindar dan menabrak belakang Honda Vario di Jalan Palagan, Sleman, Yogyakarta.
Lalu, Honda Vario itu terpental. Sementara BMW oleng dan menabrak mobil Honda CR-V bernomor polisi AB 1623 JR yang dikendarai pria berinisial TRR—mobil ini sedang parkir di tepi timur jalan.
Sementara Argo Ericko mengalami sejumlah luka di badannya, yang menyebabkan ia meninggal dunia di lokasi kejadian.***




