POJOKSATU.ID- Setelah mereda selama beberapa waktu, gelombang baru kasus COVID-19 kembali mengguncang sejumlah negara di Asia, memicu kekhawatiran baru akan penyebaran virus.

Hongkong, Singapura, Thailand, dan Tiongkok menjadi sorotan utama dengan peeningkatan signifikan dalam jumlah infeksi dan pasien yang dirawat.

Lonjakan ini diperkirakan karena kombinasi faktor, termasuk kekebalan populasi yang menurun dan peningkatan interaksi sosial.


Di Hongkong , proporsi sampel pernapasan yang positif COVID-19 telah mencapai tingkat tertinggi dalam setahun terakhir, dengan kasus parah dan kemaatian juga dilaporkan mencapai puncaknya, terutama di kalangan lansia di atas 65 tahun.


Tingkat infeksi melonjak dari 1,7 persen pada pertengahan Maret menjadi 11,4 persen, melampaui puncaknya pada Agustus lalu. Rumah sakit menerima lebih banyak anak pasien Covid, banyak di antarranya yang belum ada, sehingga mendorong seruan mendesak untuk memvaksinasi anak-anak.

Baca Juga: Cara Lakukan Perubahan Nama Siswa Pada Pengelolaan E Ijazah, Langsung Cek Langkah-langkahnya!


Demikian pula, Singapura mencatat menampilkan kasus sebesar 28% dalam seminggu terakhir, mengakibatkan peningkatan sekitar 30% dalam rawat inap.

Dokter Leong Hoe Nam, ahli penyakit menular di Rophi Clinic, Singapura, menmbahkan, mengurangi jumlah penerima vaksin yang disesuaikan dengan strain Covid terbaru dapat mempengaruhi kekebalan kelompok.


Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan varian LF.7 dan NB.1.8, yang merupakan turunan dari strain JN.1, menjadi dominan, meskipun tidak ada indikasi bahwa varian yang berledar saat ini lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.


Thailand juga tidak luput dari gelombang ini.

Negara Gajah Putih ini melaporkan 33.030 kasus COVID-19 pada minggu lalu, dengan sekitar 6.000 kasus terjadi di Bangkok.

Peningkatan drastis ini disebabkan oleh peningkatan interaksi sosial, termasuk perayaan hari raya Songkran pada April lalu.

Baca Juga: Modantara Dorong Solusi Nyata untuk Mitra Ojol: Niat Baik Tidak Boleh Berubah Menjadi Krisis Baru

Sebagian besar infeksi besar di Thailand terjadi pada kelompok usia 30-39 tahun, namun otoritas tetap mewaspadai kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Para ahli keshatan mengidentifikasi beberapa penyebab utama di balik kebangkitan virus ini.


Indonesia Masih Aman

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan , Aji Muhawarman menanggapi hal itu. Berdasarkan pemantauan hingga minggu ke-19 pada tahun 2025, kondisi penyebaran virus covid-19 masih dalam batas aman.


“Di tengah dinamika global, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman. Surveilans penyakit menular, termasuk covid-19, terus kami perkuat, baik melalui sistem sentinel maupun pemantauan di pintu masuk negara,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa, 20 Mei 2025.***