POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terus saja menuai kontroversi. Terbaru masalah warga bergaji Rp 5 juta yang disebutnya orang tidak pintar.
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaitkan ukuran celana jeans 33-34 dengan obesitas dan risiko kematian lebih cepat.
Pernyataan kontroversial Menkes ini menuai respons keras dari berbagai pihak, termasuk Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.
Menurutnya, pernyataan seorang pejabat publik harusnya berbasis data ilmiah dan disampaikan dengan bahasa yang tepat.
saBaca Juga: Menkes Budi Gunadi Dinilai Lakukan Liberalisasi Kesehatan, RSUD Dikawatirkan Bakal Mati Perlahan
Dalam kasus obesitas, lanjut dia, semestinya Menkes menyampaikan dengan pendekatan saintifik, bukan simplifikasi yang bisa melukai perasaan masyarakat.
Dia menambahkan bahwa tugas seorang menteri kesehatan adalah mengedukasi dan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. Namun, hal itu harus disampaikan dengan empati, bukan dengan memvonis.
“Orang marah, orang tidak terima dan protes karena kalau kita lihat banyak juga orang yang kelihatan kurus kelihatan jaga pola makan, pola hidup, juga menghadap Allah lebih cepat," kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Senin, 19 Mei 2025.
Baca Juga: Di Balik Pernyataan Kontroversial Menkes Budi Gunadi, Hensat: Dia Mungkin Incar Posisi Wapres 2029
Sementara soal pernyataan mengenai gaji, Adi menyayangkan adanya asumsi bahwa penghasilan rendah identik dengan ketidakpintaran.
"Kesehatan atau kepintaran tidak ada kaitannya dengan seberapa banyak kekayaan yang dimiliki seseorang,” tegasnya.
Adi juga menyinggung soal pentingnya komunikasi publik bagi para pejabat negara. Menurutnya, kesalahan dalam penyampaian pesan bisa menimbulkan polemik yang tak perlu dan berisiko menggerus kepercayaan publik.
“Sesuatu yang prinsip kalau tidak dikomunikasikan dengan baik itu akan jadi tidak enak, tidak nyaman dan pastinya menimbulkan kontroversi dan polemik," pungkasnya.
Guru Besar UI Berseru
Sebelumnya, ratusan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyatakan kekecewaan kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Guru besar UI ini mengeluarkan lima pernyataan sikap mengenai kondisi pelayanan kesehatan dan peleksanaan pendidikan saat ini di Indonesia dengan menyebutnya Salemba Berseru.
Pernyataan sikap ratusan Guru Besar FKUI itu dibacakan oleh Ketua Dewan Guru Besar FKUI, Siti Setiati, di Lobby FKUI Kampus Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).
Mereka menilai Menkes Budi Gunadi Sadikin mengeluarkan sejumlah kebijakan kesehatan dan pendidikan kedokteran yang berpotensi menurunkan mutu pendidikan dokter dan dokter spesialis, sehingga berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.***




