POJOKSATU.ID - Kasus keracunan karena menyantap progam Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan publik. 

Terbaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, mengungkapkan ada penambahan korban dari kasus keracunan MBG tersebut. 

Berdasarkan data Sabtu (10/5/2025), total terbaru siswa yang keracunan MBG adalah 214 korban dari yang awalnya 210 orang. 

Baca Juga: Imbas Kasus Ledakan Amunisi di Garut, JDS Minta TNI AD Lakukan Evaluasi: Untuk Mencegah Terulangnya Tragedi

Makanan menu MBG pun telah diuji ke lab dan hasilnya menunjukkan bahwa ada kontaminasi dari bakteri Escherichia coli (E. coli) dan Salmonell

“Saya menerima laporan hasil uji lab dari Labkesda. Hasilnya memang menunjukkan beberapa bahan makanan mengandung bakteri E. coli dan Salmonella,” kata Wali Kota Bogor Dedie Rachim, dikutip Selasa (13/5/2025). 

Secara spesifik, Dedie mengungkapkan bakteri tersebut dari menu telor ceplok dan tauge.

Baca Juga: Viral Video Warga Getok-getok Mortir Pakai Martil Sebelum Ledakan Amunisi di Cibalong Garut

“Bakteri ini muncul dari ceplok telor yang dipakai bumbu barbeque, yang kedua dari tumis toge dan tahu yang terindikasi mengandung Salmonella,” jelasnya.

Uji lab juga dilakukan pada air yang dikonsumsi dan pemeriksaan dari reaksi tubuh para para korban.

“Air juga kita periksa, kemudian juga ada pemeriksaan langsung kepada tubuh dari siswa, yang harus kita periksa lebih mendalam,” imbuhnya.

Baca Juga: Kronologi Kasus Siswa SD di Situbondo Nyaris Tewas Usai Dibakar Temannya, Korban Disiram Cairan Spiritus

Kasus keracunan MBG di Kota Bogor ini terjadi antara tanggal 6-9 Mei 2025, di mana pelaksanaannya di bawah SPPG Bina Insani.

Setidaknya ada 9 sekolah yang melaporkan terjadi kasus keracunan MBG.

Menurut Dinkes Kota Bogor, sekolah-sekolah tersebut di antaranya TK Bosowa Bina Insani, SD

Baca Juga: Cek Peluang JALUR DOMISILI SPMB 2025 di 23 SMP Negeri Kota Bogor, Inilah Hitungan Pembagian Wilayah, Kuota, Syarat dan Mekanisme Seleksi!

 Bosowa Bina Insani, SMP Bosowa Bina Insani, SMA Bosowa Bina Insani, SDN Kukupu 3, SDN Kedung Waringin, SDN Kedung Jaya 1, SDN Kedung Jaya 2, dan SMP Bina Graha. ***