POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, saat ini memilih cooling down terkait adanya desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Padahal di tangannya lah dulu MK sehingga bisa meloloskan Gibran sebagai Cawapres dengan batas usia minimal 35 tahun.
Anwar Usman pun sulit melakukan pembelaan karena sudah merusak demokrasi dan membuka jalan dinasti politik di Indonesia.
"Secara empirik peristiwa putusan MK nomor 90 itu fakta yang tidak bisa dibantah sebagai peristiwa mengutak-atik UU menjelang pelaksanaan pemilu demi melancarkan putra presiden (Jokowi) untuk menjadi wapres," kata Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, Selasa 13 Mei 2025.
Baca Juga: Menyedihkan, Mayor Cpl Anda Rohanda Masih Punya Bayi Kecil, Gugur di Pemusnahan Amunisi di Garut
Menurut Badrun, hal inilah yang diduga menjadi alasan Anwar memilih cooling down terkait adanya desakan pemakzulan Gibran.
Karena fakta empirik yang tidak bisa dibantah itu, kata Ubedilah, yang membuat pamannya Gibran itu sulit untuk melakukan pembelaan apa pun dari praktik utak-atik UU.
"Karena sulitnya melakukan pembelaan itulah dia diam atau istilah yang dia gunakan cooling down. Itu diksi persembunyian dari praktik utak-atik UU yang merusak demokrasi dan membuka jalan dinasti politik," tegas Ubedilah.
Diketahui, sikap Anwar Usman lebih memilih cooling down atau tak menanggapi atau memilih mendinginkan situasi, saat ditanya terkait adanya desakan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI agar Wapres Gibran dimakzulkan.
Sementara itu, pentolan aktivis 98, Firman Tendry, pernyataan Anwar Usman yang justru ingin cooling down saat ini dimaknai beragam sejumlah elemen masyarakat, salah satunya dirinya.
Firman Tendry menilai, apa yang disiratkan Anwar Usman dengan pernyataan cooling down dulu, merupakan tanda-tanda untuk melakukan cuci muka.
“Menurut pendapat dan dugaan saya, itu upaya cuci muka dirinya yang selama ini dianggap merusak sistem dan lembaga MK,” kata Firman Tendry, Senin,12 Mei 2025.
Ia menambahkan, jika sikap Anwar Usman ini dihubungkan dengan peristiwa politik terkini di mana purnawirawan TNI mengusulkan pemakzulan Gibran, maka ipar Jokowi itu tengah melakukan upaya agar publik tidak percaya kepada MK.
“Maka saya menduga keras bahwa Anwar Usman akan melakukan opinion engineering hingga menimbulkan distrust terhadap MK,” ucapnya.***




