POJOKSATU.id, MEDAN -- Reynaldi (24) ditangkap bersama adiknya Najma Hamida (21) karena menjadi pengirim paket jasad bayi hasil inses lewat ojek online (Ojol).
Polisi mengungkap kedua pelaku sudah berulangkali melakukan hubungan inses sehingga melahirkan seorang bayi.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga mengatakan, mengatakan bayi tersebut merupakan hasil hubungan sedarah atau inses antara NH dan R. Keduanya diamankan hari ini.
"Sudah (ditangkap), diduga seperti itu (inses), abang adik itu, ini kami masih pendalaman dulu," kata Dearma, Jumat (10/5).
Dearma menyebut keduanya tidak tinggal bersama. Namun, Reynaldi sering menemui Najma dan melakukan hubungan badan.
"Nggak tinggal bareng, cuman berulang kali melakukan hubungan badan," pungkasnya.
Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan menyebut bahwa saat paket tersebut tiba di lokasi pengantaran, yakni di Masjid Jamik Jalan Ampera III, Medan Timur, Kamis (8/5), bayi sudah dalam keadaan meninggal.
Baca Juga: Fix Go Public, Verrell Bramasta Janji Bakal Melindungi dan Selalu Ada buat Fuji
Pihaknya masih menunggu hasil scientific investigation terkait penyebab kematian bayi tersebut.
Gidion menyebut bahwa kedua pelaku memesan ojol itu pada Kamis pukul 06.14 WIB dengan tujuan ke Jalan Ampera III.
Saat memesan itu, Reynaldi membuat nama pemesan dengan nama Rudi dan membuat penerima fiktif dengan nama Putry yang ternyata itu adalah akun pelaku Najma.
Motif Pengiriman Jasad Bayi
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma Sinaga menyebut motif para pelaku mengirimkan paket tersebut ke masjid itu dengan harapan agar bayi tersebut ditemukan marbot masjid dan dikuburkan.
Kebetulan, lokasi masjid itu berdekatan dengan kuburan.
"Supaya kalau misalnya dititipkan di masjid, nanti pihak marbot yang mengafani, kan dekat kuburan," kata Dearma.
Dearma menyebut pelaku Reynaldi mencari lokasi masjid itu secara acak dari google.
"Lihat dari google, masjid yang ada kuburannya," jelasnya.***



