POJOKSATU.id, JAKARTA—Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti pelaporan Jokowi ke Polda Metro Jaya soal tudingan ijazah palsu yang dia pakai selama ini.

Menurut Rocky Gerung, pelaporan lima orang penuding ijazahnya ke polisi merupakan langkah terakhir yang bisa dipakai Presiden ketujuh RI Jokowi.

Menurut Rocky, proses laporan tersebut tidak bisa dihentikan lagi, terlebih karena berbagai ketidakpastian dan opini publik yang marak belakangan ini.

Termasuk dengan adanya usulan dari para purnawirawan TNI tentang pemakzulan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dari kursi Wakil Presiden RI.

Baca Juga: Profil Intiyas Utami, Rektor UKSW Didemo Mahasiswa Usai Copot Dekan dengan Alasan Tak Wajar

Sehingga, menurut Rocky, Jokowi memutuskan melapor ke polisi atas tudingan ijazah palsu itu sebagai langkah terakhirnya.

Hal ini disampaikan Rocky Gerung dalam video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (5/5/2025).

"Banyak yang penasaran nih, Bung Rocky, ke mana arah gugatan dan tuntutan terhadap Jokowi dan keluarganya ini. Apakah masih bisa diaborsi seperti era di masa dia masih berkuasa dulu?" tanya jurnalis senior Hersubeno Arief.

"Saya melihat bahwa proses ini unstoppable, tidak mungkin lagi dihentikan karena bergulir dan di-back up oleh keadaan yang tidak pasti hari-hari ini," kata Rocky Gerung.

Baca Juga: RAMAI Serial Sugar Daddy, Ini Sosok dan Perjalanan Karier Megan Domani, Asik Perankan Aurel, Sejak KecilSUDAH BERBAKAT

"Ketidakpastian ekonomi karena utang tiba-tiba bulan depan harus dibayar, sekian ribu triliun," tambahnya.

"Proses-proses pembentukan opini publik juga makin lama makin mengkristal pada bukan serangan, tapi tuntutan maksimal terhadap pemakzulan Gibran," lanjutnya.

"Lalu setelah pintu ini terbuka, Presiden Jokowi mungkin kaget atau ini langkah terakhir dia laporkan ke polisi," paparnya.

Baca Juga: Rocky Gerung Analisa Tuntutan Forum Purnawirawan TNI yang Minta Wapres Gibran Dimakzulkan

Namun, Rocky Gerung menilai, Jokowi akan tetap mendapat hukuman moral meski dia menang di pengadilan terkait kasus ijazah ini.

"Tapi, seluruh sistem berpikir kita itu menilai bahwa Jokowi, kalaupun dia memenangkan misalnya tuntutannya itu, dia juga akan dihukum secara moral,” katanya.

Dan mantan Presiden Jokowi pun dianggap telah melakukan kebohongan selama bertahun-tahun.

“Karena dia menyimpan kebohongan itu selama bertahun-tahun," jelas Rocky Gerung.

Menurut Rocky, Jokowi juga sudah menjadikan ijazah sebagai alat politik.

"Kebohongan artinya mempermainkan ijazah dia itu sebagai alat politik untuk membaca suasana," katanya.

"Kalau dia sebutin dari dulu ya sudah kan selesai kan. Jadi sebetulnya ini bukan soal hukum, ini soal ethics, leadership ethics, etika kepemimpinan," tegas Rocky Gerung

"Seorang pemimpin yang masuk akal, tidak punya semacam dendam pada rakyatnya," tandasnya.

Sebagai informasi, Jokowi telah melaporkan tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya pada Rabu (30/4/2025) lalu.

Ada lima orang yang dilaporkan Jokowi ke polisi antara lain Roy Suryo, Rismon Sianipar, dokter Tifauzia Tyassuma, Rizal Fadilah dan pria inisial K.***