POJOKSATU.ID – Cek kronologi kasus Isdiyono Taslim Atmo Suwito (60) calon haji asal Tulungagung, Jawa Timur.
Seperti diketahui, belum lama ini nama Isdiyono Taslim Atmo Suwito tengah ramai jadi sorotan publik.
Tidak lain, hal ini dikarenakan dirinya baru saja dikabarkan telah meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Surabaya.
Baca Juga: Jabar Terapkan Konsep Pendidikan Gapura Panca Waluya, Larang Wisuda hingga Studi Tur Berbayar
Berdasarkan informasi dihimpun, meninggalnya jamaah haji tersebut lantaran terkena Tuberkulosis (TBC) hingga stroke.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari portal media radarsurabaya.jawapos.com pada Senin (5/5/2025).
Dalam artikelnya, Isdiyono dikonfirmasi telah meninggal dunia tidak lama setelah dirawat di RS Asrama Haji.
Baca Juga: Sosok Diana Joyo Rachmatien, Miss Indonesia 2014 Polisikan Pemilik Klinik Kecantikan GSC
“Kabar duka menyelimuti jemaah haji asal Tulungagung yang saat dirawat di RS Haji yang meninggal dunia,” jelas dikutip.
“Jemaah kloter 3 ini bernama Isdiyono Taslim Atmo Suwito saat ini sudah dipulangkan ke daerah,” lanjut laporan artikel.
Diketahui, insiden ini bermula ketika Isdiyono hendak berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Sunarmi Mrakih (57).
Baca Juga: Peta Literasi dan Inklusi Keuangan 2025: Siapa Paling Melek Finansial di Indonesia?
Yang mana, sepasang suami-istri ini diberangkatkan terlebih dahulu ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Kamis (1/5/2025).
Namun setibanya di Asrama Haji, keduanya tidak jadi berangkat pada keesokan harinya lantaran Isdiyono mendadak sakit.
Oleh karena itu, calon haji tersebut sontak dirawat di RS Asrama Haji usai kondisi kesehatannya dinyatakan melemah.
Baca Juga: Mutasi Satu Hari Letjen Kunto Arief Wibowo Gerus Kepercayaan Publik ke Panglima TNI
Tidak lama setelah dirawat, Isdiyono dikabarkan telah meninggal dunia pada Minggu (4/5/2025) kemarin.
Hal ini juga turut ditanggapi langsung oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar.
Akhmad menuturkan belasungkawa atas kepergian Isdoyono yang hendak melaksanakan ibadah haji di tanah suci.
Baca Juga: Bandung Jadi Saksi Lahirnya MH Soccer Academy, Markus dan Bima Sakti Siapkan Generasi Emas
“Ya kami ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak Isdiyono,” jelasnya.
“Mudahan-mudahan oleh Allah SWT ditempatkan ke surganya dan keluarga diberikan ketabahan,” lanjutnya.
Akhmad juga menambahkan bahwa keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp96 juta.
Yang mana, santunan ini berasal dari asuransi yang sudah ditetapkan oleh PPIH sebelum Isdiyono diberangkatkan.
“Yang meninggal dunia akan mendapatkan asuransi kematian nilainya Rp96 juta. Karena beliau sudah berangkat dari daerah ke Embarkasi Surabaya,” ucapnya.
“Otomatis asuransinya sudah turun meski belum berangkat ke Tanah Suci,” lanjut Ketua PPIH Embarkasi Surabaya. ***



