POJOKSATU.ID- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkapkan adanya peningkatan signifikan dalam kasus kejahatan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menargetkan data pribadi masyarakat Indonesia.


Data terbaru yang disiarkan sebesar 180% dibandingkan tahun 2023, situasi yang dikirimkan dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat.


Perkembangan Teknologi AI dalam Kejahatan Siber


Menurut informasi yang disampaikan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melalui akun @ccicpolri pada 30 April 2025, kasus kejahatan ini sebagian besar disebabkan oleh pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku untuk membuat email phishing dalam skala besar.


Dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, serangan phishing kini menjadi semakin berbahaya.


AI memungkinkan penyerang untuk membuat email phishing yang lebih meyakinkan dengan beberapa metode canggih:


1. Penggunaan Natural Language Processing (NLP) untuk menyusun email dengan bahasa yang lebih alami dan profesional, sehingga sulit dibedakan dari email resmi.


2. Analisis pola komunikasi korban untuk meniru gaya bahasa seseorang, membuat email phishing tampak seperti dikirim oleh kolega atau atasan korban.


3. Pemanfaatan rekayasa sosial berbasis AI untuk menyesuaikan isi email dengan profil dan kebiasaan target online, meningkatkan kemungkinan korban terjebak dalam penipuan.


Langkah Pencegahan yang Direkomendasikan


Direktorat Tindak Pidana Siber menekankan pentingnya bagi individu maupun organisasi untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak menjadi korban pencurian data pribadi.


Berikut adalah beberapa cara efektif untuk melindungi diri dari kasus kejahatan tersebut.


1. Gunakan Otentikasi Multi-Faktor (MFA)


Dengan MFA, pengguna harus memberikan faktor verifikasi tambahan, seperti kode OTP (One-Time Password) yang dikirim ke ponsel atau menggunakan aplikasi autentikasi.


Hal ini membuat peretas lebih sulit mengambil alih akun hanya dengan mencuri kata sandi.


2. Minimalkan Informasi Pribadi di Internet


Salah satu teknik yang digunakan peretas dalam kasus ini adalah spear phishing, di mana mereka menargetkan individu tertentu menggunakan informasi yang dikumpulkan dari media sosial.


Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di platform digital.


3. Meningkatkan Kesadaran Keamanan


Saat ini, email phishing tidak lagi mudah dikenali hanya dari kesalahan tata bahasa atau alamat email yang mencurigakan.


Serangan semakin persuasif dan sering kali meniru komunikasi resmi dari rekan kerja, atasan, atau penyedia layanan yang terpercaya.


Tren Peningkatan yang Mengkhawatirkan


Perusahaan keamanan siber internasional telah mengungkap adanya perubahan signifikan dalam taktik kejahatan siber.


Laporan terbaru menyoroti secara tajam dalam kasus pencurian data pribadi yang dilakukan secara tersembunyi dengan memanfaatkan teknologi AI.


Data awal tahun 2025 menunjukkan peningkatan sebesar 180% dibandingkan dengan tahun 2023. Hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan siber semakin adaptif dalam menggunakan teknologi mutakhir untuk aktivitas ilegal mereka.


“Kami menghimbau agar masyarakat selalu teliti dan tidak mudah menyebarkan informasi yang bersifat pribadi, terutama di dunia maya,” tulis Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim melalui akun X-nya.


Masyarakat diharapkan untuk selalu mewaspadai dan melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait keamanan siber ke kanal resmi Kepolisian Republik Indonesia.


Informasi lebih lanjut mengenai keamanan siber dapat diakses melalui situs resmi patrolisiber.id atau akun media sosial @ccicpolri.***