POJOKSATU.ID- Unggahan di X tentang pembukaan gerai Mentari Mart milik Muhammadiyah memicu berbagai reaksi dan komentar.
Postingan yang telah dikomentari 1,1 ribu, direpost 2,5 ribu, dan disukai 12 ribu kali tersebut diunggah oleh akun @Boediantar.
Seorang netizen lain ikut berkomentar, "Lha kok mirip alfamart" tulisnya.
Dalam unggahan yang mengajak masyarakat untuk "Belanja di Mentari Mart milik Muhammadiyah, Mari Kita Makmur Ekonomi Umat Islam" itu juga disertai dengan gambar Ketum Muhammadiyah sedang meresmikan sebuah gerai bernama Mentari Mart.
Peluncuran gerai pertama minimarket milik Muhammadiyah ini sebenarnya sudah dilakukan pada akhir Maret 2025. Namun, isu ini kembali ramai setelah unggahan dari akun @Boediantar tersebut.
Identitas visual gerai ritel Mentari Mart yang disebut identik dengan alfamart dengan corak warnanya yang khas merah, kuning, dan biru menjadi hal yang banyak mendapat kritik dan komentar.
Salah satu pertanyaan yang muncul, adakah hubungan antara Mentari Mart dan Alfamart? Selain itu, mengapa Muhammadiyah tidak memunculkan coraknya sendiri yang khas untuk minimarketnya?
Peluncuran Perdana Mentari Mart
Berdasarkan laporan dari klikmu.co pada 28 Maret 2025, gerai pertama Mentari Mart resmi dibuka di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 27 Maret 2025.
Acara soft launching yang dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Muhadjir Effendy, dan Rektor UMM sekaligus Dewan Pakar Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah, Prof. Nazaruddin Malik.
Saat peresmian, Prof. Muhadjir Effendy menjelaskan rencana ekspansi Mentari Mart sebagaimana dilansir dari klikmu.co :
“Kita juga tengah membangun satu gerai lagi yang lebih besar, dan insyaAllah akan diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.
“Saat ini, kami masih ingin mendapatkan banyak masukan dari masyarakat terkait kualitas layanan di Mentari Mart ini,” ungkap Muhadjir.
Prof Nazaruddin Malik juga menambahkan bahwa dalam tiga minggu ke depan, gerai Mentari Mart yang lebih besar akan segera rampung.
Pihaknya menargetkan pada bulan April, gerai tersebut sudah bisa dibuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan rencananya akan tersedia area khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi.
Mentari Mart merupakan Kolaborasi Alfamart dan PP Muhammadiyah
Laporan dari Detik Finance, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Sumber Trijaya Lestari (Aksesmu) resmi menjalin kerja sama strategi dengan PP Muhammadiyah pada 20 Februari 2025.
Kolaborasi ini untuk mengembangkan bisnis waralaba ritel berbasis komunitas bernama Mentari Mart yang ditandai dengan penandatanganan MoU di Jakarta.
Kolaborasi ini mencakup beberapa aspek:
- Pengembangan bisnis waralaba ritel berbasis komunitas
- Pendampingan bisnis dan pelatihan kewirausahaan
- Akses luas bagi produk UMKM
- Program Integrasi Alfamart Class untuk meningkatkan kompetensi SDM
Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Sementara Aksesmu akan memberikan dukungan intensif termasuk berbagai promo seperti potongan harga dan voucher belanja.
Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy, menyatakan kolaborasi ini akan memperkuat ekonomi berbasis komunitas, membuka lapangan kerja baru, dan menjadi sarana pembelajaran di lingkungan Muhammadiyah.
Reaksi Netizen terhadap Logo dan Branding
Meskipun ide pembukaan gerai ritel oleh organisasi Muhammadiyah mendapat dukungan, banyak netizen yang melihat desain logo dan identitas visual Mentari Mart yang dinilai sangat mirip dengan Alfamart.
Beberapa komentar yang muncul di platform X terkait hal ini antara lain.
- @gezzafar: "Logo apaan dan warnanya mirip ama sebelah bjir"
- @jakapujakesuma: "Kok merah ya..? Bukannya disesuaikan sama warna @muhammadiyah"
- @tdjonk: "Kirain Logo atau brandingnya warna biru putih dan ada mataharinya gt.. ehhhh, alfamart bangett. Mirip ritel alfa / indo yg belum dapet ijin gt."
- @AlamTortelini: "Plis lah logonya kreatif dikit apa, kan MU punya banyak dana yakali sewa desainer kaga bisa.. gua kira logonya bakal ada lambang sang surya atau apa kek yang ciri khas MU"
- @AFKMoment: "Kok bisa-bisanya dengan bangga bikin logo mirip alfamart, dahlah semoga selanjutnya ada rebranding khusus dan itu cuma. Logo sementara"
Ekspektasi vs Realitas
Banyak netizen yang mengharapkan logo Mentari Mart mengadopsi elemen visual yang lebih mencerminkan identitas Muhammadiyah, seperti penggunaan warna biru dan simbol matahari (sang surya) yang menjadi ciri khas organisasi tersebut.
Seperti diungkapkan oleh @TualangDunia: "Logonya kok malah mirip Alfamart. Padahal lebih cocok bikin logo Matahari background biru langit."
Akun @ryz8888 bahkan menyatakan lebih keras: "@muhammadiyah Ini sih namanya franchisenya alfamart. Kalau bener bener mau bawa nama islam harusnya punya warna dan Font sendiri. Contoh dominan hijau kek dan fontnya ga usah pake Fontnya alfaMART. Maaf kalau berbau ALFA gw ga kesitu. Mending di madura mart"
Beberapa netizen juga menyoroti bahwa sebenarnya sudah ada minimarket dengan branding Muhammadiyah di beberapa daerah, seperti yang diungkapkan oleh @Pujohari:
"Di Jatim, khususnya kampungku Ponorogo, SuryaMart sudah cukup berkembang dan bersaing. Kirain @muhammadiyah akan pakai brand itu utk dibesarkan lagi.."
Strategi Bisnis di Balik Layar
Di tengah kritik tentang identitas visual, beberapa netizen juga membahas strategi bisnis di balik pembukaan Mentari Mart. Akun @theluckiestboy memberikan pandangan yang lebih positif:
"good move, gandeng dulu pemain yg udah settlement. 5-10 tahun lagi baru berdiri sendiri dengan pengetahuan bisnis yg lebih komprehensif. sama halnya dengan perbankan, gandeng dulu bsi atau bank muamalat. setelah settlement baru jalankan sendiri, saya yakin muhammadiyah bisa"
Meskipun menuai kritik soal branding, Mentari Mart memiliki rencana ekspansi yang ambisius. Menurut Prof Nazaruddin Malik, setidaknya akan ada enam gerai yang dimiliki UMM di berbagai unit bisnisnya, seperti di Bengkel Rinjani UMM, Rumah Sakit UMM, Karang Ploso, dan beberapa lokasi lainnya.
“Ini juga menjadi upaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar serta memberdayakan umat demi menghadirkan manfaat yang lebih luas. Mudah-mudah ke depan, target 100-150 gerai dalam tahun ini bisa tercapai,” ujar Prof. Nazaruddin.
Peluncuran Mentari Mart menunjukkan langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem ekonomi organisasi.
Namun kontroversi seputar identitas visual menunjukkan pentingnya branding yang kuat dan autentik, terutama bagi organisasi besar dengan identitas yang sudah dikenal luas.
Meski demikian, respon positif terhadap konsep dasar pemberdayaan ekonomi umat Islam memberikan indikasi bahwa Mentari Mart memiliki potensi untuk berkembang, terutama jika mendengarkan umpan balik dari masyarakat terkait identitas visualnya.
Menurut @dedisup: "Alhamdulillah.....selamat kepada Muhammadiyah semoga Muhammadiyah semakin membumi dan semakin terdepan dalam dakwah membangun dan mensejahterakan ekonomi umat"...



