POJOKSATU.ID – Belum lama ini nama Kenzha Erza Walewangko (22), mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) tengah ramai disorot publik.

Bagaimana tidak, hal ini terjadi lantaran kasus kematian Kenzha Erza Walewangko belum juga menemukan titik terang.

Seperti diketahui, mahasiswa UKI tersebut dikabarkan telah meninggal dunia di ruang lingkup kampus.

Baca Juga: Ketika Gerombolan Preman di Kemang Bikin Ricuh Gegara Lahan, Kini 19 Tersangka Ditahan Polisi Atas Keonaran Serius

Usut punya usut, Kenzha Erza Walewangko yang berakhir mengenaskan ini ternyata sempat pesta minuman keras (miras).

Sebagaimana halnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media jpnn.com pada Kamis (1/5/2025).

Dalam artikelnya, Kenzha dikonfirmasi sempat mengadakan pesta alkohol bersama teman-temannya di kampus.

Baca Juga: Sosok Kenzha Erza Walewangko, Mahasiswa UKI yang Meninggal Dunia di Kampus Diduga Korban Pengeroyokan

Di mana, Kenzha yang sedang dalam pengaruh alkohol itu disinyalir membuat kegaduhan hingga menarik perhatian mahasiswa lainnya.

“Lalu mulai ada ketegangan saat Kenzha bersama teman-temannya mabuk dan mulai berteriak-teriak berujung ada keributan,” jelas dikutip.

Hal ini diungkapkan langsung oleh ayah kandung korban, Happy Walewangko saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di parlemen.

Baca Juga: Dukung BPN Lakukan Penataan Lahan di Sumut, Bobby Nasution: Persoalan Masyarakat Harus Segera Diselesaikan

Happy menuturkan dengan jelas, akibat kericuhan yang ditimbulkan anaknya itu berujung pada tindak penganiayaan.

Yang mana, dirinya mengaku bahwa anaknya dianiaya oleh mahasiswa UKI lainnya bernama Thomas, Gery, dan Delon.

“Mahasiswa lain bernama Thomas, Gery, dan Delon terlihat mendekati Kenzha yang masih berteriak sambil menggoyangkan pagar besi,” jelasnya.

Baca Juga: Bobby Nasution Optimis Koperasi Merah Putih Berdampak untuk 6.000 Desa-Kelurahan di Sumut

“Gery diduga memukul Kenzha hingga jatuh bersama pagar besi yang roboh bersamaan,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari portal Antaranews.com.

Kendati demikian, pihak kepolisian justru menyebutkan bahwa Kenzha bukan korban tindak penganiayaan.

Sebab, dari hasil penyelidikan tidak ditemukannya dugaan kuat terkait unsur-unsur pidana terhadap korban. ***